Banjarmasin – DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Selatan membangun tradisi baru dalam menyusun arah kebijakan partai. Menjelang Konferensi Daerah (Konferda), partai berlambang banteng moncong putih ini menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai wadah untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat.
“Selain merupakan arahan DPP PDI Perjuangan menjelang Konferensi Cabang (Konfercab), FGD ini menjadi cara kami menentukan sikap politik partai. Kami ingin rumusan politik ke depan tidak hanya berasal dari internal partai,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Kalsel, M. Syaripuddin, Kamis (13/11/2025).
FGD yang digelar di Hotel Tree Park Banjarmasin itu menghadirkan beragam kalangan, mulai dari akademisi, aktivis perempuan, perwakilan organisasi seni, lingkungan, sosial keagamaan, kemahasiswaan, pemuda, hingga jurnalis dari PWI, AJI, dan SMSI Kalsel.
Menurut Syaripuddin, partisipasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkaya masukan bagi penyusunan program partai agar sejalan dengan kebutuhan dan harapan rakyat.
“Kami tidak ingin program partai bertolak belakang atau tidak nyambung dengan masyarakat. Jangan sampai kami ke utara, sementara rakyat ke selatan—itu yang ingin kami hindari,” tegasnya.

Ia menambahkan, hasil FGD menunjukkan isu pendidikan, kesehatan, lingkungan dan pertanian masih menjadi fokus utama yang perlu diperjuangkan demi kesejahteraan masyarakat.
Beberapa peserta forum menilai, tantangan terbesar partai politik saat ini bukan hanya soal elektabilitas, melainkan kemampuan merespons kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.
“Selama ini ruang dialog antara partai politik dan masyarakat sipil masih terbatas, bahkan hampir tidak ada. Langkah PDIP Kalsel ini bisa menjadi awal yang baik untuk membangun tradisi politik baru yang lebih mendengar,” ungkap salah satu peserta dari kalangan akademisi.
Syaripuddin menegaskan, melalui FGD ini partainya ingin kembali mendengar suara rakyat dari berbagai lapisan. “Masukan terkait kelompok rentan, penyandang disabilitas, masyarakat adat, lingkungan, hingga kolaborasi dengan media akan menjadi acuan kami dalam merumuskan program kerakyatan ke depan,” katanya.
Sekretaris DPD PDIP Kalsel, Berry Nahdian Furqon, menambahkan bahwa hasil FGD akan dirangkum sebagai bahan pertimbangan dalam Konferda yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (15/11/2025).
“Konferda nanti bersifat internal. Namun, di saat bersamaan kami juga akan menggelar Konfercab serentak se-Kalsel, yang diikuti sekitar 700 kader dari seluruh kabupaten dan kota,” jelas Berry.
Menurutnya, kedua agenda besar tersebut akan membahas rekomendasi program, organisasi, serta arah politik partai, sekaligus menjadi ajang pemilihan ketua baru di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Proses penjaringan dan penyaringan calon ketua sudah berlangsung selama enam bulan terakhir. Nantinya penetapan akan dilakukan saat Konferda,” tambahnya.
Acara FGD yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 15.30 WITA itu ditutup dengan pesan dari Ketua SMSI Kalsel, Anang Fadhilah, agar kegiatan serupa terus berlanjut.
“Tradisi baru ini jangan berhenti di sini. FGD berkelanjutan akan memperkuat jati diri PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik, yang selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat,” ujarnya. nik





