Surabaya – Lalu lintas kapal di pelabuhan wilayah Kalimantan melonjak tajam sepanjang 2025. Namun, di balik angka pertumbuhan yang impresif, muncul pertanyaan: apakah kapasitas pelabuhan mampu mengimbangi peningkatan tersebut?
Data PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menunjukkan kunjungan kapal mencapai 66.319 unit atau naik lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Total gross tonnage bahkan menembus 182,49 juta GT.
“Pertumbuhan ini mencerminkan aktivitas logistik yang semakin padat,” ujar Manager Regional SDM dan Umum Subregional Kalimantan, Nugroho Christianto, dalam workshop Forwapel di Surabaya, Rabu (8/4/2026).
Tak hanya kapal, arus peti kemas dan barang non-petikemas juga mengalami peningkatan signifikan. Volume kontainer mencapai ratusan ribu box, sementara distribusi barang curah mendekati 20 juta ton/m3.
Lonjakan ini mengindikasikan pergeseran besar dalam rantai pasok di Kalimantan, terutama seiring meningkatnya kebutuhan distribusi antarpulau. Namun, peningkatan volume juga berpotensi memicu kepadatan layanan jika tidak diimbangi modernisasi fasilitas dan sistem operasional.
Pelindo menyebut transformasi sebagai kunci. Integrasi empat BUMN pelabuhan menjadi satu entitas diharapkan mampu merespons lonjakan tersebut secara lebih efisien. Pertanyaannya, seberapa cepat transformasi itu bisa menjawab tekanan di lapangan?
ang
