Surabaya – Setiap musim mudik, pelabuhan di Kalimantan berubah menjadi simpul vital pergerakan manusia. Tahun 2026, tren itu kembali terlihat dengan peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan.
Selama periode Lebaran hingga H+11, tercatat 124.523 orang menggunakan jasa pelabuhan, naik sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, total penumpang bahkan mencapai lebih dari 900 ribu orang.
Bagi sebagian masyarakat, terutama yang bepergian ke Pulau Jawa dan Sulawesi, jalur laut masih menjadi pilihan utama.
“Ini menunjukkan mobilitas masyarakat yang terus meningkat, khususnya saat mudik dan arus balik,” kata Nugroho Christianto.
Namun, di balik peningkatan tersebut, tersimpan realitas lain: keterbatasan alternatif transportasi yang terjangkau. Ketergantungan pada kapal penumpang menegaskan bahwa konektivitas antarpulau belum sepenuhnya merata, terutama bagi masyarakat dengan akses terbatas terhadap moda transportasi udara.
Di sisi lain, peningkatan jumlah penumpang juga menuntut kesiapan layanan, mulai dari kapasitas terminal hingga aspek keselamatan. Dalam konteks ini, pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai titik keberangkatan, tetapi juga cerminan kualitas layanan publik di wilayah kepulauan. ang
