Banjarmasin – PT Bank Kalsel berencana menjalin kerja sama dengan Bank Victoria sebagai bagian dari upaya memperkuat pengembangan layanan setelah resmi menyandang status sebagai bank devisa.
Direktur Utama Bank Kalsel, H. Fachrudin, mengatakan pihaknya ingin mempelajari pengalaman dan strategi Bank Victoria dalam mengembangkan layanan perbankan devisa.
“Kita akan belajar dengan Bank Victoria untuk pengembangan Bank Kalsel sebagai bank devisa,” ujar Fachrudin di sela menghadiri rapat bersama Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan banyak pembelajaran bagi Bank Kalsel dalam memperkuat kapasitas dan kualitas layanan internasional. Langkah itu sekaligus mendukung peran Bank Kalsel sebagai bank pembangunan daerah yang mampu memberikan manfaat lebih besar bagi pembangunan ekonomi dan masyarakat Kalimantan Selatan.
“Harapannya, banyak hal yang dapat dipelajari dari Bank Victoria sehingga dapat mempercepat pengembangan Bank Kalsel sebagai bank devisa yang semakin kompetitif,” katanya.
Sebagaimana diketahui, Bank Kalsel resmi meluncurkan layanan sebagai bank devisa pada 17 Juni 2026 dan kini telah beroperasi melayani berbagai transaksi internasional.
Dengan status baru tersebut, Bank Kalsel menghadirkan layanan yang lebih luas dibandingkan saat masih berstatus bank nondevisa. Selain melayani transaksi domestik dalam mata uang rupiah, kini nasabah perorangan maupun korporasi dapat mengakses berbagai layanan internasional, seperti pembukaan rekening valuta asing (valas), pengiriman dana ke luar negeri (remittance), penerimaan dana dari luar negeri, hingga transaksi jual beli mata uang asing (banknotes).
Rencana kolaborasi dengan Bank Victoria diharapkan semakin memperkuat kompetensi Bank Kalsel dalam mengembangkan produk, layanan, dan sumber daya manusia di bidang perbankan devisa, sehingga mampu memberikan layanan yang lebih optimal kepada masyarakat dan pelaku usaha di Kalimantan Selatan. Adv
