Banjarmasin, mediabanjarmasin.com/,PT Arutmin Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan. Kali ini, lewat acara silaturahmi dan workshop bersama rekan-rekan media Kalimantan Selatan yang digelar di Hotel Fave, Banjarmasin, Selasa (17/5/2025).
Acara yang berlangsung hangat ini menjadi agenda tahunan Arutmin untuk terus merawat hubungan baik dengan media. Tapi bukan cuma soal temu kangen, pertemuan ini juga jadi ajang berbagi informasi penting seputar upaya Arutmin menjaga lingkungan pascatambang.
Isu Lingkungan Jadi Sorotan
External Affairs Coordinator PT Arutmin, Miftakhul Maruf Ardhiansyah, menjelaskan bahwa isu lingkungan belakangan jadi perhatian serius masyarakat. Karena itu, Arutmin berusaha maksimal mengurangi dampak operasional tambang terhadap alam dan lingkungan sekitar.
“Mulai dari keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, sampai program pemberdayaan masyarakat, semua kami jalankan dengan serius. Tujuannya jelas—lingkungan kerja yang aman dan keberlanjutan untuk masyarakat sekitar,” katanya.
Ia juga berharap lewat pertemuan ini, informasi yang disampaikan kepada publik bisa makin akurat dan terpercaya, tentunya lewat peran media.
Reklamasi, Air Bersih, dan Udara Lebih Sehat
Dalam sesi pemaparan, Mahmud Haris selaku Superintendent Enviro and Community Development Arutmin, menjelaskan berbagai aksi nyata yang telah dilakukan perusahaan. Di antaranya adalah rehabilitasi lahan bekas tambang agar bisa kembali menjadi ekosistem yang hidup dan hijau.
“Pengelolaan air juga kami jaga ketat, supaya tidak mencemari lingkungan. Kami pakai teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan buat mengurangi emisi,” jelas Mahmud.
Tak cuma itu, Arutmin juga rutin bekerja sama dengan masyarakat sekitar untuk meningkatkan kesadaran soal pentingnya menjaga lingkungan. Mereka juga aktif di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, peternakan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
Diganjar Proper Emas
Semua upaya ini bukan cuma janji. Terbukti, Arutmin berhasil meraih penghargaan Proper Emas 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Hingga April 2025, proses reklamasi lahan tambang yang sudah dilakukan Arutmin telah mencapai 54% dari total luas 18.088 hektare—atau sekitar 9.679 hektare.
Wartawan Juga Perlu Melek Isu Lingkungan
Ketua PWI Kalimantan Selatan, Zaenal Hilmi, menyambut baik acara ini. Menurutnya, jurnalis juga perlu dibekali dengan pengetahuan soal isu lingkungan, apalagi di daerah yang erat dengan aktivitas tambang.
“Masyarakat harus tahu bahwa pascatambang itu harus dikelola dengan serius. Saya apresiasi komitmen Arutmin yang sudah membuktikan itu,” katanya.
Acara berakhir dengan penuh semangat kolaborasi. Harapannya, sinergi antara perusahaan dan media bisa terus tumbuh untuk menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan secara lebih luas. (Niko)
