Program UMARA dan Bank Kalsel Dorong UMKM Maju

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskopumker) menggelar Sosialisasi Permodalan Program Usaha Mikro Maju Sejahtera (UMARA) bagi pelaku usaha mikro, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Banjarmasin Creative Hub tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap 22 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, sekaligus rangkaian Bazar “Gebyar UMKM” menjelang Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.

Sosialisasi dibuka langsung Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, dan dihadiri Kepala Diskopumker Kota Banjarmasin Machli Riyadi, perwakilan Bank Kalsel, narasumber, serta 120 pelaku usaha mikro dari berbagai wilayah di Kota Banjarmasin.

Dalam sambutannya, Hj. Ananda menegaskan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah, mulai dari menciptakan lapangan kerja hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini serta para pelaku usaha yang terus berkomitmen mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Ia mengatakan, salah satu kendala utama yang masih dihadapi pelaku usaha mikro adalah keterbatasan akses terhadap permodalan.

“Banyak usaha yang sebenarnya memiliki potensi berkembang, namun belum dapat tumbuh optimal karena keterbatasan modal maupun kurangnya informasi terkait pembiayaan,” jelasnya.

Menurut Ananda, Program UMARA yang merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kota Banjarmasin dengan Bank Kalsel dihadirkan sebagai solusi untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM.

“Program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor usaha mikro agar semakin maju, mandiri, dan berdaya saing,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya literasi keuangan dan tata kelola usaha yang baik agar pembiayaan yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara produktif dan berdampak pada peningkatan usaha.

Sementara itu, Kepala Diskopumker Banjarmasin, Machli Riyadi, menjelaskan bahwa Program UMARA menawarkan skema pinjaman tanpa bunga karena beban bunga ditanggung pemerintah daerah.

“Pinjaman ini tanpa bunga. Melalui program prioritas ini, kami berharap UMKM di Kota Banjarmasin dapat semakin maju, naik kelas, dan memiliki daya saing lebih luas,” katanya.

Machli menyebutkan, saat ini terdapat 59.193 UMKM di Kota Banjarmasin yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Namun pelaksanaan program dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dan seleksi yang berlaku.

Adapun plafon pinjaman sementara yang disiapkan mencapai Rp150 juta. Hingga kini, sudah terdapat 12 pelaku UMKM yang mengajukan pembiayaan melalui Program UMARA dan masih dalam proses seleksi.

“Pengajuan akan diseleksi sesuai syarat yang berlaku, seperti tidak memiliki kredit macet, usaha minimal berjalan enam bulan, memiliki NIB, dan usaha yang jelas keberlangsungannya,” terang Machli.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap para pelaku usaha mikro semakin memahami akses pembiayaan yang tersedia serta mampu memanfaatkan Program UMARA untuk memperkuat modal usaha dan memperluas pasar.

Adv

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *