BANJARMASIN — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Banua QRIStival 2025 pada 4–5 Oktober 2025 di Banjarmasin. Festival ini tak sekadar menjadi ajang hiburan masyarakat, melainkan bagian dari upaya memperkuat akselerasi transformasi ekonomi digital, khususnya dalam memperluas penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai alat pembayaran non-tunai.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Antasari, dan dirancang untuk menjembatani edukasi digital dengan aktivitas olahraga, seni, kuliner, hingga hiburan.
“Dengan QRIS, masyarakat bisa bertransaksi secara lebih mudah, aman, dan efisien. Ini bukan sekadar soal teknologi, tetapi tentang bagaimana kita memajukan ekonomi digital di Banua,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, di sela pembukaan acara, Sabtu (4/10/2025).
Ia menambahkan, QRIS menjadi simbol inklusi keuangan digital yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, dari pelaku UMKM hingga konsumen harian.
Adopsi QRIS di Kalimantan Selatan terus menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga Agustus 2025, pengguna QRIS tercatat mencapai hampir 779.000 orang, atau tumbuh 9,36 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, jumlah merchant yang menerima QRIS meningkat menjadi lebih dari 483.000, naik 26,03 persen yoy.
Di sisi transaksi, aktivitas penggunaan QRIS melonjak tajam. Selama periode Januari–Agustus 2025, tercatat hampir 37 juta transaksi, atau naik 67,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut dinilai sebagai indikasi bahwa penggunaan sistem pembayaran digital mulai menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dan pelaku usaha di Kalimantan Selatan.
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Banua QRIStival yang dinilai mampu menggabungkan gaya hidup sehat dengan gaya hidup digital.
“Kami mengapresiasi Bank Indonesia dan seluruh penyedia jasa pembayaran. Banua QRIStival bukan hanya meriah, tetapi juga membawa manfaat nyata. Dengan kolaborasi semua pihak, kita berharap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan digital bisa benar-benar terwujud,” ujar Muhidin.
Menurutnya, kemitraan antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku industri pembayaran, serta mitra strategis lainnya perlu terus diperkuat untuk memperluas ekosistem ekonomi digital di Kalimantan Selatan.
Banua QRIStival 2025 menghadirkan berbagai kegiatan menarik. Pada hari pertama, acara diikuti lebih dari 1.500 peserta, dengan agenda seperti QRIS Experience, QRIS Quest, undian grand prize umrah untuk dua pemenang dari program Race to Banua QRIStival, hingga pertunjukan hiburan dan festival kuliner.
Kemeriahan diperkirakan semakin meningkat pada hari kedua, yang akan diisi dengan kegiatan fun walk, juga dengan hadiah utama berupa paket umrah. Jumlah peserta pada hari kedua diperkirakan mencapai 5.500 orang, sekaligus menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin.
Banua QRIStival menjadi cerminan sinergi antara pemerintah, otoritas moneter, dan pelaku usaha untuk mempercepat transformasi digital di daerah. Bank Indonesia berharap kegiatan ini dapat memperluas pemahaman masyarakat terhadap manfaat sistem pembayaran digital dan mendorong adopsi QRIS secara lebih masif dan merata, khususnya bagi pelaku UMKM.
“Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tapi soal keadilan akses dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Banua QRIStival adalah langkah kecil menuju tujuan besar itu,” ujar Fadjar.
Rel





