Jakarta, 27 September 2025 – “Bersatu untuk perdamaian dan mari kita memenuhi kewajiban kemanusiaan ini bersama-sama.” Kalimat sederhana yang disampaikan oleh Widian, Ketua HWPL Indonesia, ini menjadi pembuka yang hangat dalam acara sosialisasi perdamaian yang digelar oleh International Peace Youth Group (IPYG) pada Sabtu sore lalu.
Mengusung tema “Collaboration for Peace: Together Stronger for Peace”, acara yang berlangsung secara daring ini menghadirkan 24 peserta dari berbagai inisiatif perdamaian HWPL di Indonesia. Mereka datang dari beragam latar belakang — mulai dari pendidikan, agama, hukum internasional, hingga media — namun dipersatukan oleh satu tujuan: perdamaian.
Mengenal IPYG, Sayap Pemuda untuk Perdamaian
Bagi sebagian orang, IPYG mungkin terdengar baru. Padahal, organisasi ini adalah bagian dari Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL) yang telah aktif di lebih dari 128 negara. Dengan dukungan lebih dari 1.000 organisasi pemuda mitra, IPYG fokus memberdayakan anak muda melalui program-program seperti Youth Empowerment Peace Workshop (YEPW) dan Youth Empowerment Peace Class (YEPC).
Di Indonesia sendiri, IPYG berusaha menjembatani generasi muda agar terlibat langsung dalam dialog lintas budaya serta kolaborasi yang menumbuhkan semangat perdamaian.
Mengapa Pemuda?
Menurut Kak Tiur, Ketua IPYG Indonesia, ada alasan kuat mengapa pemuda harus berada di garda depan perjuangan perdamaian:
“Dalam peperangan, pemuda sering menjadi korban karena berada di garis depan. Karena itu, perdamaian harus diperjuangkan untuk melindungi masa depan generasi muda Indonesia dan dunia.”
Pernyataan ini menggugah, karena mengingatkan kita bahwa justru anak muda lah yang akan paling merasakan dampak jika perdamaian tidak dijaga.
Diskusi Hangat dan Kolaborasi
Acara ini bukan sekadar sosialisasi satu arah. Peserta diajak berdiskusi, berbagi pandangan, serta menjajaki peluang kolaborasi nyata antarorganisasi pemuda di Indonesia. Suasana penuh semangat terasa sepanjang sesi, seolah menjadi bukti bahwa pemuda Indonesia siap berkontribusi lebih besar dalam gerakan perdamaian global.
Sebagai penutup, diperdengarkan lagu “One Day” dari Matisyahu — sebuah simbol harapan sederhana namun penuh makna, bahwa suatu hari dunia benar-benar bisa hidup dalam damai.
Semangat yang Menular
Meski hanya berlangsung secara daring, acara ini meninggalkan pesan mendalam: perdamaian bukanlah cita-cita utopis, melainkan sebuah tanggung jawab bersama. Lewat IPYG, pemuda Indonesia diajak untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor aktif dalam menciptakan dunia yang lebih aman, harmonis, dan penuh harapan.





