Banyak pemilik rumah merasa heran. Tukang yang mengerjakan sudah berpengalaman, metode pasang kelihatannya rapi, tapi setelah granit terpasang justru muncul bunyi “kopong” saat diinjak.
Apalagi jika granitnya baru dipasang beberapa minggu, rasanya bikin tidak tenang dan menimbulkan tanda tanya besar.
Faktanya, granit memang punya karakter yang berbeda dibanding keramik biasa. Bobotnya lebih berat, strukturnya lebih padat, dan toleransinya terhadap kesalahan pemasangan jauh lebih kecil.
Karena itu, masalah granit kopong tidak selalu soal kemampuan tukang, tetapi sering kali hasil dari kombinasi teknik aplikasi, kondisi substrat, serta pemilihan perekat yang kurang sesuai. Supaya tidak salah paham, yuk kita bahas lebih dalam.
Apa Maksudnya Granit “Kopong” dan Kenapa Bisa Terjadi?
Granit disebut “kopong” ketika bagian bawahnya tidak menempel sempurna ke perekat atau lantai dasar, sehingga terbentuk rongga udara. Rongga inilah yang menimbulkan bunyi kosong saat granit diketuk atau diinjak.
Tanda-tanda granit Anda kopong antara lain:
- Bunyi kosong saat diketuk atau diinjak
- Granit terasa tidak solid di titik tertentu
- Nat di sekitarnya lebih cepat retak
- Dalam jangka panjang, granit bisa retak atau pecah
Rongga terbentuk ketika perekat tidak menutup seluruh permukaan granit atau substrat. Pada material seberat granit, rongga kecil saja sudah cukup untuk menimbulkan masalah.
Apabila Anda membiarkannya, maka selain mengganggu kenyamanan, granit kopong berisiko retak akibat beban yang tidak terdistribusi merata. Terutama di area lalu lintas tinggi, kerusakan bisa terjadi lebih cepat.
Kenapa Granit Lebih Rentan Kopong Dibanding Keramik Biasa?
Ada beberapa alasan mengapa granit lebih mudah kopong ketimbang keramik biasa, seperti:
-
Granit Lebih Berat
Bobot granit yang tinggi menuntut daya rekat yang lebih kuat. Jika ikatan tidak sempurna, berat granit justru memperbesar tekanan di titik tertentu.
-
Granit Lebih Padat
Permukaan granit sangat rapat dan padat, sehingga tidak “menggigit” perekat sebaik keramik biasa. Tanpa teknik yang tepat, daya rekat bisa kurang optimal.
-
Ukuran Granit Sering Lebih Besar
Granit modern umumnya berukuran besar. Semakin besar ukurannya, semakin tinggi risiko perekat tidak menyebar merata jika metode pemasangan tidak disesuaikan.
Penyebab Granit Kopong (Meski Tukang Berpengalaman)
Sementara itu, beberapa penyebab granit kopong meski tukang Anda professional, antara lain:
-
Substrat Tidak Rata atau Tidak Stabil
Permukaan lantai yang bergelombang, rapuh, atau masih bergerak membuat granit sulit menempel penuh.
-
Sebaran Perekat Tidak Full Coverage
Perekat hanya menempel di sebagian area, menyisakan rongga udara di bawah granit.
-
Salah Pilih Trowel
Bisa juga karena salah pilih trowel. Ukuran gigi trowel yang terlalu kecil tidak mampu menyuplai perekat yang cukup untuk granit.
-
Tidak Menggunakan Back-Buttering
Tanpa back-buttering, bagian belakang granit yang padat sulit menempel sempurna.
-
Adukan Tidak Konsisten
Terlalu encer menurunkan kekuatan, terlalu kental menyulitkan penyebaran perekat. Untuk itu, adukan yang Anda buat harus konsisten.
-
Area Basah Tapi Metode Tidak Disesuaikan
Area basah membutuhkan perekat dengan karakter khusus agar ikatan tetap stabil. Untuk itu jika membuat area ini, pastikan metode juga sudah sesuai.
-
Pemasangan Terlalu Cepat
Bekerja melebihi waktu buka (open time) membuat perekat mulai membentuk skin dan gagal merekat optimal.
Tips Menghindari Granit Kopong
Untuk menghindari masalah granit kosong, sebaiknya hindari beberapa hal berikut:
-
Pastikan Substrat Rata dan Bersih
Permukaan harus kuat, kering, dan bebas debu atau minyak sebelum pemasangan.
-
Gunakan Trowel yang Tepat
Idealnya, gunakan trowel dengan ukuran gigi yang lebih besar dan aplikasikan perekat dengan arah yang konsisten.
Pola garis lurus membantu perekat “runtuh” dengan baik saat granit ditekan, sehingga rongga udara bisa diminimalkan dan risiko kopong berkurang.
-
Terapkan Back-Buttering
Back-buttering adalah teknik melapisi tipis bagian belakang granit dengan perekat sebelum granit ditempel ke lantai atau dinding.
Teknik ini sangat penting karena permukaan granit yang padat dan licin membuat perekat sulit “menggigit” jika hanya diaplikasikan di substrat saja.
Dengan back-buttering, perekat akan bertemu dari dua sisi (substrat dan granit) sehingga full coverage lebih mudah tercapai. Teknik ini sangat disarankan untuk granit ukuran besar atau area yang membutuhkan daya rekat ekstra.
-
Tekan dan Geser Saat Pasang
Setelah granit ditempatkan, jangan langsung dilepas begitu saja. Lakukan gerakan tekan dan geser ringan untuk membantu perekat menyebar merata dan mengeluarkan udara yang terperangkap di bawah granit.
-
Campur Perekat Sesuai Takaran
Ikuti rekomendasi pabrikan agar konsistensi adukan optimal.
-
Perhatikan Area Basah (Tidak Terendam)
Gunakan sistem pemasangan yang memang dirancang untuk area basah non-terendam.
Perekat yang Membantu Mengurangi Risiko Granit Kopong
Granit kopong bukan selalu tanda tukang kurang ahli. Karakter granit yang berat dan padat memang membutuhkan pendekatan yang lebih presisi. Mulai dari persiapan substrat, teknik aplikasi, hingga pemilihan perekat.
Untuk pemasangan granit di dinding maupun lantai, termasuk area basah (tidak terendam), SikaCeram®-180 P dirancang sebagai perekat granit dengan daya lekat sangat baik.
Produk ini membantu meningkatkan ikatan antara granit dan substrat serta mempermudah aplikasi di lapangan, asalkan digunakan dengan teknik yang benar.
Penggunaannya bisa untuk area basah non-terendam, baik interior maupun eksterior. Mudah digunakan hanya dengan menambahkan air.
SikaCeram®-180 P membantu pemasangan lebih rapi, stabil, dan konsisten, sekaligus meminimalkan masalah umum pada proyek pemasangan granit dalam jangka panjang.
Sika telah berpengalaman selama 115 tahun dan sudah menangani banyak project nasional maupun internasional. Misalnya saja proyek Solusi Car park Flooring di Gedung BUMN Center.
Proyek lain yang berhasil diselesaikan Sika misalnya Kompleks Perumahan Mirador de los Ocobos. Sika juga yang pertama kali mencetuskan waterproofing semen di Indonesia.
Dengan sistem yang tepat, granit bisa terpasang lebih solid, minim bunyi kopong, dan tetap awet dalam jangka panjang. Untuk itu, langsung saja dapatkan produk perekat keramik dari Sika melalui Official Store Sika di Shopee. Anda juga bisa melihat katalog produk kami di laman resmi Sika.





