62 Tahun Bank Kalsel: Dari Layanan Perbankan hingga Penggerak Ekonomi Banua

KALSEL – Lebih dari sekadar lembaga keuangan, Bank Kalsel terus menegaskan perannya sebagai bagian dari perjalanan hidup masyarakat Kalimantan Selatan. Memasuki usia ke-62 tahun, bank daerah ini menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan layanan yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachruddin, menegaskan bahwa kehadiran Bank Kalsel tidak hanya berfokus pada transaksi, tetapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

“Setahun terakhir, Bank Kalsel hadir di berbagai momen kehidupan masyarakat. Di balik setiap layanan, ada wajah, cerita, dan harapan yang ingin diwujudkan bersama. Bagi kami, melayani seharusnya tidak rumit dan tidak berjarak,” ujarnya.

Sepanjang 2025, Bank Kalsel terus memperkuat inovasi layanan guna memperluas akses keuangan, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Upaya ini juga dibarengi dengan dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu tumbuh dan memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah.

“Ekonomi daerah akan bergerak lebih kuat ketika masyarakat diberi ruang untuk berkembang. Karena itu, kami hadir mendampingi pelaku UMKM agar naik kelas,” tambahnya.

Komitmen tersebut turut diperkuat melalui ekspansi layanan, termasuk pengembangan jaringan perbankan syariah dengan pembukaan tiga Kantor Cabang Pembantu Syariah di Tanjung, Rantau, dan Handil Bakti sepanjang 2025.

Di sisi lain, Bank Kalsel juga memperluas inklusi keuangan melalui 968 Agen Laku Pandai yang tersebar hingga pelosok daerah. Melalui agen yang dikenal sebagai ADINK (Agen Digital Inklusif Keuangan), masyarakat kini dapat mengakses layanan perbankan dasar tanpa harus datang ke kantor bank.

Langkah strategis lainnya adalah persiapan menuju bank devisa. Bank Kalsel saat ini tengah menyempurnakan berbagai aspek, mulai dari tata kelola hingga sistem operasional, setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan kegiatan usaha dalam valuta asing.

Memasuki tahun 2026, Bank Kalsel menyiapkan sejumlah strategi utama, di antaranya optimalisasi pendapatan, peningkatan efisiensi operasional, serta perbaikan kualitas kredit. Selain itu, penguatan digitalisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan juga menjadi fokus pengembangan.

Mengusung semangat “Tumbuh Bersama untuk Banua yang Lebih Baik”, Bank Kalsel menegaskan bahwa pertumbuhan tidak semata diukur dari angka, melainkan dari sejauh mana kehadirannya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Penghargaan terbesar bagi kami adalah kepercayaan masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, kami akan terus melangkah maju dan menjadi bagian penting dalam mendorong ekonomi daerah yang lebih berdaya saing,” tutup Fachruddin.

Adv

Pos terkait