Wujudkan Talenta Digital Berprestasi: Telkomsel Sukses Gelar Ajang “Clash of Banua” Bagi Pelajar se-Kalimantan Selatan

Adu Cerdas Cermat Hybrid yang Diikuti 39 Pelajar Terbaik dari 13 Kabupaten/Kota Kalsel, Dorong Literasi Digital dan Transformasi Pendidikan Berkelanjutan

Banjarmasin, 5 Oktober 2026 – Menjawab kebutuhan ruang kompetisi digital yang adaptif bagi generasi muda di daerah, Telkomsel menghadirkan ajang “Clash of Banua” yang memadukan metode hybrid, bank soal berbasis platform Ilmupedia, edu‑games matematika interaktif  Sacred Octagon, serta pembekalan self-development guna mencetak talenta muda Banua yang berdaya saing di era transformasi digital.

Juara pertama diraih oleh Syahid Al-Ghaza (SMAN 1 Tanjung), disusul Muhammad Firjatullah Atta Al-Naufanorino (SMAN 1 Kusan Hilir) sebagai juara kedua, dan Muhammad Dimas Raditya (SMAN 1 Banjarmasin) di posisi ketiga. Para pemenang mendapatkan bantuan pendidikan, perangkat pendukung pembelajaran digital, serta dukungan digitalisasi bagi sekolah. Penyerahan hadiah turut dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusma Khazairin, SKM., MM. serta Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Dedi Hidayat, S.T., M.T.

Manager Mobile Consumer Branch Telkomsel Banjarmasin, Arif Rahman Hakim mengatakan, “Telkomsel berkomitmen tidak hanya menghadirkan konektivitas digital terdepan, tetapi juga menciptakan dampak positif yang berkelanjutan di sektor pendidikan. Melalui ‘Clash of Banua’, kami ingin menginspirasi dan memberdayakan generasi muda Kalimantan agar berani berinovasi, berpikir kritis, serta siap menjadi talenta digital masa depan Indonesia.”

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan Rusma Khazairin, SKM., MM. menyampaikan, “Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Telkomsel atas terselenggaranya kompetisi ini yang sangat membantu dalam mengasah jiwa kompetitif dan mencerdaskan anak-anak kita. Capaian hari ini merupakan batu pijakan awal untuk terus belajar, memperluas cakrawala ke tingkat yang lebih tinggi, dan membangun Banua kita tercinta. Semoga Clash of Borneo dapat terus hadir di tahun-tahun berikutnya”.

Pemenang Clash of Banua, Syahid Al-Ghaza mengungkapkan, “Clash of Banua memberikan pengalaman luar biasa buat saya. Semoga ajang ini semakin bergengsi, begitu kompetitifnya perjuangan untuk menjadi yang terbaik di sini. Pada awal kompetisi, melihat kualitas peserta lain yang sangat luar biasa sempat membuat saya merasa pesimis. Namun, di luar dugaan saya berhasil keluar sebagai Juara Pertama. Terima kasih Telkomsel”.

Berlangsung sejak April hingga 1 Oktober 2026, “Clash of Banua” berhasil menjangkau ribuan siswa SMA/sederajat (kelas X, XI, dan XII) di Kalimantan Selatan selama periode kompetisi dengan total peserta 9.090 siswa di 90 sekolah dari 13 Kabupaten, hingga menyaring 39 finalis terbaik berlaga di tingkat provinsi yang digelar di Banjarmasin. Tidak hanya menguji wawasan akademik siswa di panggung cerdas cermat, para finalis juga diajak membuka wawasan dunia kerja digital saat kunjungan industri di GraPARI Telkomsel Banjarmasin

“Kedepan, kami akan memperluas cakupan sekolah dan keterlibatan pelajar khususnya di Kalimantan Selatan, pada program kegiatan yang mengintegrasikan platform edukasi digital Ilmupedia dan edu‑games Sacred Octagon secara lebih luas dan keberlanjutan’, tutup Arif.

Rel

Pos terkait

?>