Surabaya, 3 September 2025 – Foto seorang pria berjaket ojek online (ojol) dengan helm hitam, masker, dan sepatu Adidas Terrex viral di media sosial usai insiden kebakaran Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Sosok tersebut disebut-sebut sebagai pelaku pembakaran.
Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast menyatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait identitas dan keterlibatan pria dalam foto yang beredar.
“Secara spesifik kami belum bisa memastikan karena proses hukum masih berjalan. Kami sedang memperdalam bukti apakah dia benar perusuh atau hanya massa yang hadir menyampaikan aspirasi dengan tertib,” jelas Abast, Selasa (2/9/2025).
Ia mengapresiasi masyarakat serta media yang aktif mengirimkan dokumentasi selama aksi berlangsung. Menurutnya, setiap informasi sekecil apapun akan ditindaklanjuti untuk mengungkap pelaku pembakaran.
“Kalau terbukti sebagai perusuh dan penyebab kebakaran, tentu akan dikenai sanksi pidana, sama seperti pelaku lain yang sudah ditangkap,” tegasnya.
Polisi menyebut sejumlah pasal dapat diterapkan, di antaranya Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, Pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang, serta Pasal 212 KUHP tentang melawan petugas.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan keraguannya bahwa pelaku pembakaran berasal dari Jatim.
“Saya tidak meyakini yang tega merusak itu orang Jawa Timur. Saya percaya masyarakat Jatim itu baik,” ujarnya.
Khofifah menegaskan, penyampaian pendapat boleh dilakukan, tapi tidak dengan merusak fasilitas umum, apalagi Gedung Grahadi yang merupakan cagar budaya.
“Soal perbaikan, anggarannya belum bisa dipastikan. Proses asesmen masih berlangsung dan kemungkinan akan ada dukungan dari Kementerian PUPR,” ungkap Khofifah.
Ia menambahkan, kerusakan pada kayu jati di bangunan bersejarah tersebut menyisakan duka mendalam. “Kalau kita benar-benar mencintai negeri ini, seharusnya tidak ada yang tega merusak cagar budaya,” pungkasnya.
