Denpasar – Bank Kalsel mencatat pertumbuhan kinerja signifikan hingga triwulan III 2025. Modal inti bank milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan itu telah mencapai Rp3,8 triliun, melampaui ketentuan Modal Inti Minimum (MIM) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Capaian tersebut disampaikan Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Mitra Damayanti, dalam kegiatan evaluasi kinerja di Denpasar, Bali, pekan ini. Ia menuturkan, penguatan permodalan merupakan hasil sinergi kuat pemerintah daerah dan manajemen bank.
“Peningkatan modal inti ini bukan hanya memenuhi ketentuan regulasi, tetapi juga memperkuat kapasitas Bank Kalsel dalam mendukung sektor-sektor produktif di daerah,” ujar Mitra.
Ia menambahkan, setelah melewati masa sulit pada 2024, kinerja keuangan Bank Kalsel terus menunjukkan tren perbaikan. Bank Kalsel kini memprioritaskan penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Peningkatan kinerja juga tampak dari sisi aset. Kepala Divisi Perencanaan dan Kinerja Bank Kalsel, Deddy Setiawan, menyebutkan bahwa per Oktober 2025 total aset mencapai Rp35,36 triliun atau meningkat dari Rp26,66 triliun pada tahun sebelumnya.
“Kenaikan aset ini didorong oleh pertumbuhan dana pihak ketiga dan ekspansi kredit yang sehat,” kata Deddy.
Dalam memperluas akses layanan, Bank Kalsel telah membuka empat Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) di Tanjung, Rantau, Marabahan, dan Kotabaru. Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi memperkuat bisnis keuangan syariah di Kalimantan Selatan.
Selain itu, Bank Kalsel mengandalkan 592 agen Laku Pandai dalam jaringan Agen ADINK untuk menjangkau masyarakat hingga wilayah terpencil. Sebanyak 161 mesin ATM juga telah ditingkatkan menjadi Cash Recycle Machine (CRM) guna mendukung layanan transaksi digital.
Bank Kalsel turut mengembangkan Smart Branch System (SBS) untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih efisien dan modern.
“Kami ingin menghadirkan layanan keuangan yang inklusif dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Deddy.
Dengan modal kuat, pertumbuhan aset, dan transformasi digital, Bank Kalsel menargetkan penguatan posisi sebagai bank pembangunan daerah yang adaptif dan berkontribusi bagi kemajuan ekonomi Kalimantan Selatan.
Adv
