BANJARBARU – Komitmen Bank Indonesia dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Kalimantan Selatan kembali ditunjukkan lewat penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Public Speaking yang ditujukan khusus bagi para jurnalis.
Acara ini digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (KPw BI Kalsel) pada Selasa (1/7/2025) bertempat di Hotel Aeris Banjarbaru, dan diikuti oleh sekitar 65 jurnalis dari berbagai media, mulai dari media cetak, elektronik hingga media daring yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala KPw BI Kalsel, Fadjar Mujardi. Dalam sambutannya, Fadjar menekankan bahwa profesi jurnalis saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada kemampuan menulis berita, tetapi juga dituntut menguasai komunikasi verbal yang efektif.
“Di era digital dan media sosial yang serba cepat, kemampuan jurnalis dalam berbicara secara publik, menyampaikan pesan dengan tegas, jelas, dan menarik sangat penting. Ini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan utama,” ujar Fadjar di hadapan peserta.
Ia menambahkan, jurnalis yang mampu berbicara di depan kamera atau forum publik secara percaya diri akan memiliki daya saing lebih, sekaligus menjadi agen informasi yang lebih kuat dalam menyampaikan isu-isu penting ke masyarakat.
Tak hanya sekadar pelatihan, kegiatan ini juga menghadirkan sesi sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi ini difasilitasi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah ditunjuk secara resmi, sehingga seluruh proses dilakukan sesuai standar nasional yang berlaku.
Dalam pelaksanaan sertifikasi ini, peserta diuji secara teori dan praktik terkait kemampuan public speaking, mulai dari cara membuka presentasi, teknik intonasi suara, pengaturan bahasa tubuh, hingga menyusun materi presentasi yang efektif.
Peserta yang berhasil lolos uji kompetensi akan mendapatkan Sertifikat Kompetensi Public Speaking dari BNSP yang berlaku secara nasional dan diakui oleh dunia kerja.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi yang komprehensif dari para trainer bersertifikasi nasional, yang sudah berpengalaman di bidang komunikasi, media, dan pelatihan kehumasan. Beberapa topik yang dibahas antara lain:
-
Teknik vokal dan artikulasi
-
Bahasa tubuh dalam berbicara
-
Manajemen gugup dan kepercayaan diri
-
Struktur komunikasi efektif
-
Praktik presentasi individual
Para peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi langsung di depan audiens dan kamera, sebagai bagian dari penilaian kompetensi.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para jurnalis peserta. Salah satu peserta, Andi Prasetya, jurnalis dari media online di Banjarmasin, menyampaikan apresiasinya terhadap BI Kalsel.
“Biasanya kita hanya menulis berita, jarang ada pelatihan seperti ini yang fokus pada keterampilan berbicara. Ini sangat membantu terutama untuk jurnalis yang juga aktif di kanal YouTube, podcast, atau menjadi narasumber di televisi,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa bisa diadakan secara berkala, bahkan diperluas untuk jurnalis muda, mahasiswa jurnalistik, dan komunitas konten kreator di daerah.
Melalui kegiatan ini, BI Kalsel berharap para jurnalis dapat terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas komunikasi publiknya.
“Kita ingin jurnalis di Kalsel ‘naik kelas’. Tidak hanya andal di ruang redaksi, tapi juga tangguh di ruang publik, menjadi komunikator andal yang bisa menjelaskan isu-isu ekonomi, kebijakan, dan pembangunan dengan bahasa yang mudah dimengerti,” ujar Fadjar Mujardi.
Pelatihan ini merupakan bagian dari strategi Bank Indonesia dalam memperluas edukasi dan literasi publik, terutama di bidang ekonomi dan kebijakan moneter. Melalui kolaborasi dengan media, BI berharap informasi penting mengenai inflasi, kebijakan fiskal, QRIS, hingga penguatan UMKM dapat disampaikan dengan baik kepada masyarakat.
ang
