BI Kalsel Gelar Banua QRIStival 2026, Menara 0 KM Resmi Jadi Kawasan Wisata Digital

BANJARMASIN – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Banua QRIStival 2026 di kawasan Siring 0 Kilometer Banjarmasin pada 23–24 Mei 2026.

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, Banua QRIStival hadir dengan konsep yang memadukan digitalisasi sistem pembayaran dan pelestarian seni budaya khas Kalimantan Selatan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi festival hiburan, tetapi juga momentum strategis dalam mempercepat ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan modern di Banua.

Berdasarkan data Bank Indonesia per Maret 2026, jumlah pengguna QRIS di Kalimantan Selatan mencapai 832.209 pengguna atau sekitar 19 persen dari total penduduk provinsi. Sementara jumlah merchant QRIS tercatat sebanyak 564.547 dengan volume transaksi mencapai 24.696.906 transaksi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, mengatakan Banua QRIStival 2026 dirancang sebagai sarana edukasi sekaligus apresiasi kepada masyarakat yang telah aktif menggunakan QRIS dalam kehidupan sehari-hari.

“Banua QRIStival bukan hanya tentang teknologi pembayaran. Ini adalah wujud kolaborasi nyata antara Bank Indonesia, Penyedia Jasa Pembayaran, dan pemerintah daerah dalam mendorong percepatan digitalisasi yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Fadjar juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang pada pelaksanaan tahun ini mencanangkan kawasan Menara 0 KM sebagai kawasan wisata digital pertama di Kalimantan Selatan dengan QRIS sebagai kanal pembayaran utama yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, melalui Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Nor Yaumil, menyambut baik penyelenggaraan Banua QRIStival 2026 yang kini telah menjadi bagian dari Calendar of Event Kalimantan Selatan.

“Banua QRIStival adalah bukti nyata sinergi Pemerintah Provinsi, Bank Indonesia, dan mitra strategis dalam mendukung percepatan digitalisasi transaksi pembayaran di daerah,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi konsep kegiatan tahun ini yang tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga dan hiburan, tetapi turut mendorong pelestarian seni budaya lokal sebagai identitas daerah.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, lanjutnya, terus memperkuat sinergi melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) guna memperluas digitalisasi transaksi keuangan daerah, mulai dari transaksi belanja pemerintah hingga layanan publik berbasis digital.

Banua QRIStival 2026 berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan berbagai kegiatan olahraga dan hiburan seperti Fun Run, Fun Walk, Fun Zumba, Fun Fit, perlombaan interaktif, hingga permainan tradisional.

Nuansa budaya lokal juga ditampilkan melalui pertunjukan tari kreasi daerah, band kontemporer, fashion show sasirangan, serta berbagai atraksi budaya lainnya. Pada hari kedua, digelar simulasi penggunaan QRIS di kawasan Menara 0 KM Banjarmasin sebagai simbol pencanangan kawasan wisata digital.

Selain itu, dalam rangkaian kegiatan juga dilakukan kick-off kompetisi Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Banua 2026 yang menjadi bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Selatan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), dan pelaku UMKM, Banua QRIStival 2026 diharapkan mampu memperluas akseptasi QRIS, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Rel

Pos terkait