Surabaya – Transformasi sektor logistik nasional melalui penggabungan empat BUMN pelabuhan ke dalam PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) terus menunjukkan perkembangan. Namun, keberhasilan langkah besar ini tidak hanya diukur dari pertumbuhan kinerja, tetapi juga dari dampak yang dirasakan di lapangan.
Dengan pengelolaan 110 pelabuhan di 32 provinsi, Pelindo kini menjadi tulang punggung distribusi barang nasional. Efisiensi layanan menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya tuntutan terhadap sistem logistik yang cepat dan terintegrasi.
Manager Regional SDM dan Umum Subregional Kalimantan Pelindo, Nugroho Christianto, menegaskan bahwa pertumbuhan kinerja di wilayah Kalimantan menjadi indikator awal keberhasilan transformasi tersebut.
“Pertumbuhan kinerja pelabuhan di wilayah Subregional Kalimantan semakin padat. Ini menjadi sinyal positif bahwa integrasi yang dilakukan mulai berjalan efektif,” ujarnya dalam workshop Forum Wartawan Pelabuhan (Forwapel) Banjarmasin, Rabu (8/4/2026) di Surabaya, Jawa Timur.
Meski demikian, ia menekankan bahwa tantangan tidak hanya berhenti pada peningkatan aktivitas. Pelindo juga dituntut untuk memperkuat pengelolaan lingkungan dan keselamatan kerja di kawasan pelabuhan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program P-Waste, sistem pengelolaan sampah berbasis data yang memungkinkan pemantauan secara real-time. Program ini dinilai mampu meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan sekaligus mendorong efisiensi operasional.
Selain itu, Pelindo juga menjalankan berbagai program sosial seperti pemberdayaan UMKM dan inisiatif carbon village di sejumlah wilayah operasional. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat sekitar pelabuhan.
Sejumlah penghargaan telah diraih sebagai bentuk pengakuan atas kinerja tersebut. Namun, Pelindo menyadari bahwa tantangan ke depan tidaklah ringan.
Transformasi yang dijalankan tidak hanya menyangkut integrasi sistem, tetapi juga konsistensi dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, serta kepercayaan publik.
Dalam konteks ini, peran media dinilai penting sebagai jembatan informasi sekaligus pengawas independen terhadap proses perubahan yang tengah berlangsung. ang





