BANJARBARU – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan resmi memulai Operasi Ketupat Intan 2026 yang ditandai dengan apel gelar pasukan pada Kamis sore (12/3/2026).
Apel yang berlangsung di Lapangan Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel Km 21, Banjarbaru, dipimpin langsung oleh Kapolda Kalsel Rosyanto Yudha Hermawan.
Kepala Bidang Humas Polda Kalsel Adam Erwindi mengatakan, dalam operasi tahun ini pihaknya menyiagakan 2.189 personel gabungan guna memastikan kelancaran arus mudik dan pelaksanaan ibadah Idulfitri.
“Personel tersebut terdiri dari 1.166 anggota Polri, 247 personel TNI, dan 1.023 personel dari stakeholder terkait lainnya yang akan disebar ke berbagai titik pengamanan,” ujarnya.
Ribuan personel itu akan ditempatkan di 3.740 titik pengamanan yang meliputi tiga pos terpadu, 21 pos pengamanan, dan 14 pos pelayanan.
Pengamanan diprioritaskan pada jalur-jalur mudik, tempat ibadah seperti masjid dan lokasi pelaksanaan salat Idulfitri, serta sejumlah destinasi wisata di wilayah Kalimantan Selatan.
Kapolda Kalsel menegaskan, salah satu fokus utama dalam operasi tahun ini adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya kecelakaan fatal yang menyebabkan korban jiwa.
“Saya telah memerintahkan para Kapolres untuk melakukan pemetaan di titik-titik rawan kecelakaan serta memasang rambu tambahan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan,” tegasnya.
Selain kecelakaan lalu lintas, pihak kepolisian juga akan mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan lainnya, termasuk aksi balap liar selama periode mudik Lebaran.
Kapolda juga mengimbau masyarakat yang akan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara serta memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan.
Bagi warga yang tidak membawa kendaraan saat mudik, masyarakat dipersilakan menitipkan kendaraan di kantor polisi terdekat seperti Polsek atau Polres, maupun di markas TNI seperti Koramil dan Kodim yang telah disiapkan sebagai lokasi parkir aman.
Apel gelar pasukan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala BNNP Kalsel, Kabinda Kalsel, Danrem 101/Antasari, Danlanal Banjarmasin, Danlanud Syamsudin Noor, Wakapolda Kalsel, Irwasda dan pejabat utama Polda Kalsel, pimpinan Persero Jasa Raharja, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, serta Asisten Pemulihan Aset Kejati Kalsel.





