SEOUL — Sekretaris Jenderal Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL), Kang Tae-ho, menyampaikan bahwa pencapaian utama dalam 11 tahun penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Dunia HWPL adalah penguatan landasan hukum perdamaian melalui Deklarasi Perdamaian dan Penghentian Perang (DPCW).
Deklarasi tersebut menegaskan kembali prinsip-prinsip utama perjanjian internasional terkait perdamaian, serta menawarkan solusi modern untuk konflik kontemporer. Sejumlah resolusi yang mendukung prinsip DPCW telah diadopsi di berbagai negara sepanjang tahun terakhir, termasuk di Amerika Serikat, Mongolia, Mali, Filipina, dan Madagaskar.
“Pengesahan resolusi oleh Parlemen Amerika Latin dan Karibia (PARLATINO), serta parlemen Paraguay, Republik Dominika, dan Majelis Legislatif Karnataka di India menjadi tonggak penting dalam perluasan dukungan global terhadap DPCW,” ujar Kang, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas, Kamis (25/9/2025).
HWPL juga mencatat pertumbuhan signifikan dalam jumlah anggota, dari 440.000 pada tahun lalu menjadi 580.000 anggota pada tahun ini. Pertumbuhan tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya perhatian dan partisipasi masyarakat global terhadap isu perdamaian.
KTT yang digelar tahun ini mengusung tema “Bersatu untuk Perdamaian dan Memenuhi Tugas Kemanusiaan Bersama”. Menurut Kang, tema tersebut merefleksikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan bangsa dalam menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.
Langkah selanjutnya yang tengah dikembangkan HWPL adalah mendorong “institusionalisasi perdamaian” melalui program Legislate Peace (LP). Program ini bertujuan memperkuat kerja sama antara sektor publik dan swasta guna menjadikan perdamaian sebagai norma sosial yang dipegang bersama oleh masyarakat.
Di samping itu, HWPL juga memperluas jangkauan program lain seperti International Religious Peace Academy (IRPA) yang mengalami peningkatan partisipasi publik secara signifikan. Di Timor Leste, HWPL tengah bekerja sama dengan otoritas setempat untuk memasukkan pendidikan perdamaian ke dalam kurikulum sekolah umum.
Adapun kampanye “Bersama: Menghubungkan Korea” untuk mendorong reunifikasi damai Semenanjung Korea kini menjalin kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah di Korea Selatan.
“Melalui diskusi berkelanjutan dan strategi yang disusun untuk setiap sektor, kami yakin kegiatan perdamaian HWPL dapat berkontribusi signifikan bagi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan, baik di tingkat lokal maupun global,” ujar Kang.





