BANJARMASIN — Dalam upaya memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Rumah BUMN Banjarmasin menggelar pelatihan bertajuk UMKM Siap Ekspor. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Indonesia Export Channel dan Inkubator Bisnis Wetlandbox.
Kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara para pihak sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas ekspor UMKM lokal. Penandatanganan dilakukan oleh CEO Rumah BUMN Banjarmasin Muhammad Ulil Amri, CFO Rumah BUMN Yoga Pratama, serta perwakilan Wetlandbox, Siti Salimah.
Melalui kerja sama ini, UMKM binaan Rumah BUMN Pertamina Banjarmasin mendapatkan pelatihan dasar ekspor serta pendampingan dan akses ke jaringan ekspor global. Pelatihan Fundamental Ekspor diisi oleh Muhammad Raiz dari Indonesia Export Channel, yang juga merupakan pelaku ekspor mandiri produk abon haruan ke sejumlah negara.
Dalam sesi pelatihan, Raiz membagikan pengalaman praktis mengenai persiapan produk untuk pasar internasional, termasuk strategi pemasaran dan teknik penetrasi pasar global. Materi ini diharapkan mampu membuka wawasan pelaku UMKM terhadap peluang ekspor yang lebih luas.
“Program ini memberikan pemahaman dasar tentang ekspor, strategi pemasaran, hingga cara menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar global. Kami ingin mendukung produk unggulan Kalimantan Selatan agar mampu bersaing di kancah internasional,” ujar Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun.
Ia menambahkan, pelatihan ini menjadi langkah awal untuk membekali UMKM dengan keterampilan dan mentalitas berdaya saing global. Dengan kualitas produk yang terus ditingkatkan, UMKM diharapkan tidak hanya berkembang di pasar lokal, tetapi juga mampu beradaptasi dengan dinamika perdagangan internasional.
Salah satu peserta pelatihan, Nurul, pemilik UMKM Marning Gumbili, menyebutkan bahwa pelatihan yang diberikan tidak hanya memperkuat sisi teknis, tetapi juga membentuk pola pikir kewirausahaan yang lebih terbuka terhadap pasar global.
Program ini menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan dengan memperluas jangkauan produk-produk UMKM Kalimantan Selatan ke pasar ekspor.
ang





