oleh

Pemko Banjarmasin dan DPRD Sepakat Salurkan Dana Sebesar Rp70 Miliar Sebagai Tambahan Penyertaan Modal

-Berita, Ekonomi-549 Dilihat

BANJARMASIN – Penambahan penyertaan modal Pemko Banjarmasin ke Bank Kalsel akhirnya disepakati sebesar Rp 70 miliar.Itu setelah Walikota bersama DPRD Banjarmasin akhirnya mengesahkan Perda Penyertaan Modal kepada Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel (Perseroda), pada rapat paripurna, Senin (19/9/2022).

Ketua Pansus Penambahan penyertaan modal Pemko kepada Bank Kalsel Awan Subarkah, sebelumnya Pemko Banjarmasin berencana menyetorkan Rp 26,7 miliar untuk tambahan modal.

Namun, karena untuk menjaga rangking pemegang saham serta deviden atau bagi keuntungan dari Bank Kalsel, Pemko Banjarmasin sepakat menambah modal sebesar Rp70 miliar.

“Rinciannya Rp 10 miliar pada Perubahan APBD 2022, lalu Rp 10 miliar di APBD 2023, kemudian Rp 10 miliar untuk APBD 2024. Selanjutnya masing-masing Rp 20 miliar disetorkan pada APBD 2025 dan APBD 2026,” jelasnya.

Direktur Bisnis Bank Kalsel Fachrudin mengapresiasi, kepada semua pihak atas disahkannya Perda tersebut.

Menurut dia, dengan penyertaan modal tersebut Pemko Banjarmasin akan tetap berada di posisi kedua pemegang saham terbanyak.

“Kalau deviden yang didapatkan sekitar 12 persen tiap tahun,” sebutnya.

Sementara Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina menyatakan, penyertaan modal tersebut menjadi Rp 70 miliar, karena untuk menjaga posisi sebagai pemegang saham kedua terbanyak setelah Pemprov Kalsel.

Menurut Ibnu, penambahan penyertaan modal tersebut sebagai support pemerintah daerah, selaku pemegang saham untuk memenuhi modal inti minimum (MIM) sebesar Rp 3 triliun.

“Pemko Banjarmasin mendukung agar Bank Kalsel tidak turun level menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR),” ujarnya, usai paripurna.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin HM Yamin mengharapkan, penyertaan modal tersebut memberikan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Kemudian, Bank Kalsel mampu meningkatkan laba perusahaan, sehingga menambah perolehan pendapatan asli daerah (PAD), sesuai target yang diharapkan.

“Bank Kalsel diharapkan mampu ikut serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan umum,” katanya.

Rel

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.