Guru Khalil Siapkan Gerbang Penyangga Pangan Ibukota Negara di Kalimantan Timur

oleh -1 views

MARTAPURA –  Bupati Banjar Kalimantan Selatan Kiai Haji Khalilurrahman pada temu teknis penyuluh se kabupaten yang diselenggarakan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Selasa (4/2/2020)  mengajak seluruh penyuluh bergerak dilapangan untuk mempersiapkan kabupaten Banjar salah satu daerah penyangga pangan di Kalimantan Selatan menyikapi dipindahnya ibukota negara ke kabupaten Paser Kalimantan Timur.

 

Sebagai provinsi yang bertetangga dekat dan penyangga pangan nasional, Kalimantan Selatan khususnya kabupaten Banjar sudah siap menjawab peluang sebagai pemasok pangan maupun hortikultura yang berkualitas ke ibukota negara.

 

Temu muka dengan para penyuluh yang dikonsentrasikan sistem administrasi satu atap pada Dinas TPH baik penyuluh yang ada di dinas peternakan dan perkebunan (Disnakbun) serta Dinas Ketahanan Pangan mari bersatu untuk mewujudkan pembangunan petanian yang modern,maju dan mandiri . Adopsi semua teknologi sesuai program pemerintah namun tidak mengenyampingkan kearifan lokal,karena lahan pertanian di kabupaten Banjar dan Kalsel umumnya berbeda dengan di pulau Jawa .

 

Kata Guru Khalil panggilan akrab K.H.Khalilurrahan, unsur hara di pulau Jawa satu setengah meter di kabupaten Banjar hanya setengah meter. Dengan demikian teknologi yang diterapkan jangan meninggalkan budaya bertani masyarakat lokal, agar tujuan pembangunan ekonomi subsektor pertanian di banua tetap ramah lingkungan dan berjalan seiring dengan penerapan teknologi.

 

Kepada para penyuluh siapkan diri di era teknologi ,untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi petani milenial dibidang pertanian yang modern melalui informasi yang benar dapat dipercaya meskipun dengan penyampaian tradisi yang dapat diterima masyarakat dalam mengadopsi teknologi, berkaitan dengan terus menyusutnya lahan potensial dikabupaten Banjar akibat alih fungsi lahan.

 

Manfaatkan celah kesempatan dengan teknologi agar produktifitas tanaman pangan dapat ditingkatkan. Perluasan areal dan pembukaan lahan baru tetap berjalan namun untuk segera menghasilkan perlu waktu. Dengan dibentuknya Unit Pelaksana Teknis Dins UPTD penyuluh yang dikonsentrasikan pad Dinas TPH ,bertujuan menyamakan persepsi, sinkronisasi data dan peningkatan pengetahuan bagi penyuluh dari dan untuk penyuluh sehingga tidak terjadi perbedaan persepsi dan data dilapangan, mengingat PPL adalah ujung tombak insan pertanian, dimana BPP nantinya sebagai sumber informasi awal Komando Strategi pembangunan pertanian (Kosratani) basis informasi data yang divalidasi oleh Kostranas, kostrawil dan kostrada secara online dengan menggunakan peralatan komunikasi canggih.

 

Guru Khalil menggarisbawahi pentingnya pembangunan subsektor pertanian dibanding sektor lainnya sebagai pendukung kesejahteraan masyarakat, karena itu pangan adalah hak dasar kehidupan yang paling mendasar dan perlu diperhatikan kelestariannya dan keamanan pangannya dengan menggalakkan pertanian ramah lingkungan aman konsumsi, baik pangan maupun hortikultura.

 

Untuk mempercepat tingkat kesejahteraan rakyat, dunia pertanian perlu diciptakan yang mempunyai keuntungan ganda yakni pertanian yang dipadu dengan kepariwisataan atau agrowisata, sehingga ekonomi masyarakat semakin meningkat.

 

Temu teknis penyuluh yang dihadiri pula unsur KTNA, Petani Milenial,disampaikan 4 kebijakan pembangunan pertanian,Sekda Kabupaten Banjar M.Hilman, memaparkan kebijakan pembangunan di Kabupaten Banjar, Kepala Dinas TPH Ir.H.M.Fachry MP, Kepala Dinas Nakbun Ir.H.Dondit Bekti Agustiono MM dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Banjar Ir.H.Edy Hasby MP membahas program dan kegiatan masing-masing.

 

ang/MB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.