Home Berita KPU Kalsel Luncurkan ‘Bubungan Tinggi’ Maskot Pilkada 2020

KPU Kalsel Luncurkan ‘Bubungan Tinggi’ Maskot Pilkada 2020

3 min read
0
0
22

KOMISI Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalimantan Selatan secara resmi memperkenalkan Buti sang maskot Pilkada dalam peluncuran Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur 2020. Anggaran Pilkada Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel dipatok sebesar Rp150 miliar.

Acara peluncuran Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel berlangsung Minggu (22/12/2019) malam di Banjarmasin. Buti adalah boneka berbentuk rumah adat Banjar Bubungan Tinggi merupakan pemenang pertama lomba maskot Pilkada yang digelar KPUD Kalsel beberapa waktu lalu.

Ketua KPUD Kalsel, Sarmuji mengatakan launching Pilgub Kalsel ini merupakan bentuk sosialisasi agar seluruh masyarakat mengetahui tahapan dan pelaksanaan Pilkada serentak yang dijadwalkan berlangsung 23 September 2020 mendatang. Pilkada serentak di Kalsel akan digelar untuk lima kabupaten, dua kota dan tingkat provinsi.

“Kita berharap pelaksanaan Pilkada dapat berjalan lancar seperti pilkada atau pemilu-pilpres yang lalu, serta semakin meningkatnya tingkat partisipasi masyarakat,” tuturnya.

KPU Kalsel juga menetapkan syarat minimal dukungan bagi calon pereorangan adalah sebanyak 243.480 dukungan. Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Kalsel,  Siswansyah mengatakan penyelenggaraan pemilu di Kalsel selama ini mendapat apresiasi pemerintah pusat karena berjalan lancar dalam suasana kondusif. Pemerintah daerah mencatat tingkat partisipasi masyarakat Kalsel dalam pemilu dan Pilpres 2019 mencapai 80 persen dari jumlah pemilih 2,8 juta orang.

Untuk penyelenggaraan pilkada di Kalsel dipatok sebesar Rp150 miliar. Sementara Anggota KPU RI Firyan Aziz yang hadir dalam launching Pilgub Kalsel ini mengatakan pihaknya mengapresiasi proses pelaksanaan pemilu dan pilkada di Kalsel yang berlangsung sukses. Demikian juga dengan masalah anggaran untuk Pilkada 2020, karena di beberapa daerah masih terkendala.

Menurutnya adalah tugas KPU untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa politik adalah sebuah kontestasi aspirasi.

“Jadi masyarakat harus dewasa menyikapi. Berbeda pandangan atau pilihan tida masalah karena itu bagian dari demokrasi, tetapi setelah pemilu atau pilkada harus bisa menerima hasilnya,” ujarnya.

Pemilu dan Pilkada bagian dari pembangunan politik yang memerlukan anggaran tidak sedikit. Firyan juga berpesan ada dua hal yang harus dijaga KPU yaitu integritas dan sinergitas. Peluncuran Pilgub Kalsel 2020 juga dihadiri perwakilan partai politik, juga KPUD Provinsi Kalimantan Tengah. rel

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru Gencar Diberikan Antisipasi Covid-19

Guna mewujudkan Adaptasi Kebiasaan Baru jajaran Polres Tanah Laut melakukan sosialisasi ke…