Polres Banjarbaru Mencatat Ada 3000 Pelanggaran Dominasi Pengendara Roda Dua

oleh -1 views

BANJARBARU – Kasat Lantas Polres Banjarbaru, AKP Gustaf Adolf Mamuaya , Rabu (11/9/2019) menjelaskan Operasi Kepolisian Terpusat Patuh Intan 2019 memasuki hari terakhir.  Satuan lalulintas Polres Banjarbaru tetap melakukan giat operasi di sejumlah titik rawan. Pengendara kendaraan roda masih mendominasi pelanggaran yang terjadi di wilayah Kota Banjarbaru,  pada kegiatan Operasi Kepolisian Terpusat Patuh Intan 2019. Data sementara hasil operasi patuh intan 2019 sebanyak 3000 pelanggaran terjadi didominasi pengendara roda dua.

Termasuk dengan patroli keliling untuk meningkatkan ketertiban pengendara baik kendaraan roda dua dan roda empat di wilayah Kota Banjarbaru.

Kasat Lantas Polres Banjarbaru, AKP Gustaf Adolf Mamuaya mengatakan bahwa dari 3000 penindakan tilang pengendara didominasi oleh kendaraan roda dua.

“Untuk pelanggaran surat menyurat ada 680 pengendara, melawan arus 637, tidak memakai helm 377, tidak menyalakan lampu 565, pengendara dibawah umur ada 140, pengendara memakai ponsel ada 21,” katanya.

Termasuk ada pengendara roda empat yang tidak memasang sabuk pengaman ada 435 pelanggaran.

“Pada operasi patuh intan 2019, kita juga menemukan delapan pengendara dalam kondisi mabuk,” lanjutnya.

Giat razia yang dilaksanakan sejak 29 Agustus hingga 11 September, pihaknya melakukan giat di sejumlah titik diwilayah Kota Banjarbaru.

Tiap hari giat, bisa dilakukan di dua hingga tiga titik lokasi. Selain itu juga patroli dilakukan untuk memantau pengendara yang melawan arus dan tidak tertib berlalu lintas.

“Wilayah Trikora dan wilayah didalam kota Banjarbaru yang paling banyak ditemukan pelanggaran berlalu lintas,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya berharap, setelah giat operasi patuh intan 2019 para pengendara bisa lebih patuh dan tertib berlalu lintas.

“Kita berharap tidak hanya saat ada giat operasi patuh intan 2019, para pengendaraan tertib berlalu lintas. Meski tidak ada razia, sudah seharusnya pengendara tertib berlalu lintas agar aman dan selamat saat di jalan,” pesannya.

Dijelaskanya bahwa awal mula terjadi kecelakaan memang banyak faktor penyebabnya, satu di antaranya dimulai dari sejumlah pelanggaran yang terjadi.

Pihaknya menghimbau kepada para pengendara baik kendaraan roda dua dan roda empat agar selalu mempersiapkan surat menyurat kendaraannya sebelum bepergian.

Tidak hanya saat ada operasi patuh intan, namun juga setiap saat akan berkendaraan. Selain itu juga harus dilihat kondisi kendaraan apakah layak pakai atau tidak.

Penulis : Anang Fadhilah

Editor   : Drs Hamsan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.