Home Berita Nilai Tukar Petani Kalsel Bulan Agustus Turun 0,13 Persen

Nilai Tukar Petani Kalsel Bulan Agustus Turun 0,13 Persen

3 min read
0
0
18

BANJARBARU – Pada Agustus 2019 Nilai Tukar Petani  (NTP) Kalimantan Selatan tercatat 94,94 atau turun 0,13 persen dibanding NTP Juli 2019 yang mencapai 95,07.  Penurunan NTP ini disebabkan indeks harga yang diterima petani turun 0,36 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani hanya turun sebesar 0,23 persen.

.Menurut Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Provinsi. Kalsel,Ir Diah Utami MSc, didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Fachri Ubadiyah SE MP, Senin (2/9/2019), daerah perdesaan Kalimantan Selatan mengalami Inflasi negatif (deflasi) sebesar 0,36 persen, dimana  indeks harga kelompok bahan makanan terjadi penurunan terbesar 1,10 persen. Sementara kelompok lain naik berkisar 0,14 – 1,16 persen. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalimantan Selatan Agustus 2019 sebesar 103,79 lebih kecil dari dengan NTUP bulan sebelumnya atau turun 0,51 persen.

“Rata-rata harga gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani naik 0,25 persen, dari Rp5.278,64 per Kg di bulan Juli 2019 menjadi Rp5.291,62 per Kg di bulan Agustus 2019. Begitu juga harga gabah di tingkat penggilingan naik 0,46 persen dari Rp5.366,46 per Kg di bulan Juli 2019 menjadi Rp5.391,22 per Kg di bulan Agustus 2019,” ungkap Diah dalam jumpa pers..

Diah menjelaskan, NTP  yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani, merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.

“Agustus 2019 indeks harga pada kelompok padi turun karena sudah mulai panen padi lokal di kabupaten Tanah Laut, Banjar dan Barito Kuala, walaupun didaerah banua enam sudah berakhir musim panen dan harga padi unggul beranjak naik. Kelompok palawija naik 0,20 persen terutama disebabkan naiknya harga komoditi kacang tanah dan ubi kayu,” papar Diah.

Dari 4 provinsi di Pulau Kalimantan yang melaporkan hasil survei pada bulan Agustus 2019, NTP tertinggi provinsi Kalimantan Tengah sebesar 96,58 persen dikuti oleh Kalimantan Selatan sebesar 94,94 persen, Kalimantan Timur sebesar 94,53 dan Kalimantan Barat 92,91 persen. Dilihat besarnya kenaikan/penurunan NTP, Provinsi Kalimantan Timur mengalami kenaikan 0,20 persen dan Provinsi lainnya terjadi penurunan NTP. Kalimantan Selatan turun 0,13 persen. provinsi Kalimantan Barat turun 0,74 persen dan Provinsi Kalimantan Tengah turun 1,00 persen.

ang/MB

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Antisipasi Balapan Liar Polsek Banjarbaru Barat Tingkatkan Patroli Jalan Lingkar Utara

Polsek Banjarbaru Barat merupakan jajaran Polres Banjarbaru. piket fungsi lantas tingkatka…