Home Berita Bank Indonesia Melakukan Penyempurnaan Kebijakan Operasional Sistem Kliring Nasional (SKNBI)

Bank Indonesia Melakukan Penyempurnaan Kebijakan Operasional Sistem Kliring Nasional (SKNBI)

4 min read
0
0
13

BANJARMASIN – Sebagai respon atas perkembangan digitalisasi  dalam setiap aspek kehidupan manusia sehari – hari, Bank Indonesia selaku regulator kebijakan Moneter di Indonesia terus melakukan kerjasama dengan perbankan di Indonesia dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dalam tugasnya di Bidang Sistem Pembayaran, pada kesempatan ini  Bank Indonesia telah melakukan penyempurnaan kebijakan operasional Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

 

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalsel, Herawanto menyampaikan guna memenuhi ekspektasi preferensi transaksi masyarakat dan industri, tentunya dengan tetap memperhatikan hak konsumen dan perlindungan kepada nasabah. Secara serentak di seluruh Indonesia,  Senin  ( 2/9/ 2019) dalam acara Bank Indonesia mengumumkan implementasi penyempurnaan dimaksud melalui kegiatan Diseminasi di masing – masing Kantor Perwakilannya, tidak terkecuali di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan.

 

“Adapun cakupan implementasi penyempurnaan SKNBI ini meliputi penurunan biaya transaksi dari Rp5.000 / transaksi menjadi Rp3.500 / transaksi untuk meningkatkan transaksi masyarakat,” ungkap Herawanto.

 

Dikatakan Herawanto, peningkatan nominal maksimal transaksi dari 500 juta menjadi 1 miliar untuk meningkatkan fleksibilitas transaksi, dan peningkatan periode settlement menjadi 9x sehari untuk maksimalisasi kecepatan transaksi. Sebagai wujud sinergitas program dengan perbankan di Kalimantan Selatan, kegiatan diseminasi ini juga turut dihadiri jajaran Pimpinan BNI Kalimantan Selatan, BCA Kalimantan Selatan, Bank Mandiri Kalimantan Selatan dan BTN Kalimantan Selatan.

 

“Implementasi penyempurnaan ini disambut baik oleh kalangan perbankan di Kalimantan Selatan, khususnya dalam hal peningkatan jumlah dan nominal transaksi yang lebih tinggi. Diharapkan, penyempurnaan tersebut dapat meningkatkan gairah industri keuangan baik secara Nasional maupun regional Kalimantan Selatan,” jelasnya.

 

Berdasarkan data dari Bank Indonesia lanjut Herawanto, sebagian besar transaksi kliring dari Kalimantan Selatan ditujukan ke Jawa dengan nilai Rp2,60 triliun (96,61%); sedangkan dana masuk Provinsi Kalimantan Selatan melalui SKNBI paling tinggi berasal provinsi-provinsi di Jawa yang mencapai Rp431,78 miliar (75,77%). Tingginya interaksi ekonomi serta arus transaksi barang dan jasa dari Jawa, khususnya transaksi eceran / ritel, menyebabkan transfer dana melalui SKNBI dari dan ke Kalimantan Selatan didominasi ke provinsi-provinsi di Jawa. Implementasi penyempurnaan ini tentunya memiliki potensi untuk kembali dapat meningkatkan jumlah transaksi di Kalimantan Selatan.

 

“Dengan kemudahan implementasi penyempurnaan SKNBI ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kalimantan Selatan dapat terus tumbuh. Antara lain melalui kemudahan transaksi dengan biaya yang lebih murah, lebih cepat, dan lebih efisien, baik melalui e-commerce maupun kegiatan transaksi sehari – hari,” pungkasnya.

 

Rel/MB

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Bank Kalsel Jalin Kerjasama Dengan Dishub Banjar Permudah Pembayaran Retribusi Kendaraan (KIR)

BANJARMASIN – Bank Kalsel sebagai bank asli milik daerah senantiasa berkomitmen memb…