Home Berita Kiprah Yayasan Dharma Bhakti Astra Menuju 5 Dekade Pengabdian Kepada UMKM

Kiprah Yayasan Dharma Bhakti Astra Menuju 5 Dekade Pengabdian Kepada UMKM

16 min read
0
0
187

JAKARTA – Sebagai perwujudan tujuan YDBA sebagai mitra yang dipercaya bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mencapai kemandiriannya, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) terus melakukan improvement dalam mengembangkan UMKM mitranya. Sektor unggulan (Sekung) menjadi fokus pengembangan UMKM yang dilakukan saat ini agar UMKM bersama dengan UMKM lain yang sejenis dapat berproduksi sesuai dengan standar Quality,

Cost dan Delivery (QCD) dari industri besarnya. Melalui 6 tahapan Sekung, YDBA mengajak UMKM secara perlahan menyongsong UMKM yang mandiri, naik kelas, awet, gres, dan go international. Dengan rasa syukur atas usia 39 tahun, YDBA menyelenggarakan syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 dengan tema “Menuju 5 Dekade pengabdian”. Acara tersebut diselenggarakan tepat dengan hari berdirinya, yaitu 2 Mei 2019 di Ruang Catur Dharma Hall, Menara Astra.

YDBA menyelenggarakan berbagai acara menarik dan bermanfaat bagi UMKM mitranya, antara lain Selebrasi HUT Ke-39 YDBA, Seminar Makro Ekonomi, YDBA Award, serta Kick Off Kick Off Kompetisi 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), K3L (Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan), Kontes Mekanik, dan QCC (Quality Control Circle / Gugus Kendali Mutu). Para hadirin juga dapat melihat informasi seputar Profil UMKM Pemenang YDBA Award di depan Ruang Catur Dharma Hall.

Dalam sambutannya, Ketua Pengurus YDBA, Henry C. Widjaja, menjelaskan tentang hubungan YDBA dengan UMKM yang sekarang sudah berubah, bukan sebagai objek yang dibina, tetapi sebagai mitra yang bekerja sama untuk mencapai sejahtera bersama bangsa. Selain itu, Henry juga menjelaskan keseriusan YDBA dalam mengembangkan Sektor Unggulan (sekung), mulai dari tahapannya hingga progress sekung yang kini telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Seminar Makro Ekonomi Kondisi ekonomi Indonesia terkini perlu diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para penggiat usaha agar mereka dapat mengatur strategi usaha mereka. Maka dari itu, dalam acara ini, YDBA juga mengadakan Seminar Makro Ekonomi untuk UMKM Mitra YDBA. Seminar ini diisi oleh Guru Besar dan Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia, Prof. Ari Kuncoro SE MA PhD.

Pada seminar tersebut, Ari menjelaskan tiga poin utama, antara lain gambaran kondisiekonomi tahun 2019, peluang-peluang yang bisa diraih dan tantangannya bagi UMKM, serta strategi yang bisa diterapkan UMKM dalam menyiasati kondisi ekonomi tahun 2019. Melalui materi ini, diharapkan UMKM Mitra YDBA bisa lebih up-to-date dan siap berkolaborasi menciptakan peluang usaha bersama.

YDBA Award Setiap tahunnya, YDBA memberikan apresiasi kepada UMKM dan instruktur YDBA yang telah
berprestasi. YDBA Award dapat menginspirasi instruktur dan UMKM lain agar semakin semangat mengembangkan usahanya ke arah yang lebih baik. Berikut adalah 9 penerima YDBA Award.

1. UKM Mandiri Manufaktur Terbaik: PT Isra Presisi IndonesiaPerusahaan yang berdiri sejak tahun 2011 ini, memproduksi berbagai komponen seperti precision part, dies, mould, checking fixture, dan jig. Dipimpin oleh Asrullah dan Imam Ghozali, PT Isra Presisi Indonesia telah aktif mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan yang diadakan oleh YDBA, khususnya 5R dan LK3.

2. UKM Mandiri Bengkel Terbaik: Bengkel Sumber Cahaya Bengkel yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur ini, telah bergabung menjadi mitra YDBA sejak tahun 2010. Bengkel melayani berbagai servis seperti AC,general repair, dan variasi. Keaktifan pemilik bengkel, Suyono, dalam mengikutkan karyawannya ke berbagai pelatihan dan pendampingan, menjadikan Bengkel Sumber Cahaya sebagai UKM Mandiri Bengkel Terbaik YDBA.

3. UMKM Mandiri Kerajinan/Kuliner Terbaik: UD RinjaniKopi bubuk menjadi produk andalan pemilik UD Rinjani, Hj Nurwardaini, yang berdiri sejak tahun 2014. Berdomisili di Karang Baru, Nusa Tenggara Barat,
Nurwardaini pernah mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan di cabang, seperti pelatihan fotografi, demo kuliner, edukasi pengelolaan keuangan, sosialisasi standarisasi produk UMKM, dan lain-lain.

4. UMKM Mandiri Usaha Tani/Perikanan Terbaik: Usaha Tani Rusli Berdiri sejak tahun 2013, Rusli mengembangkan usaha padi organiknya di Bontang, Kalimantan Timur. Untuk meningkatkan kualitas usahanya, Rusli telah mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan, salah satunya mengolah padi menggunakan metode System of Rice Intensification (SRI) Organik. Rusli juga akhirnya menjadi salah satu pengajar padi organik setelah mengikuti Training of Trainer di Banjar, Jawa Barat.

5. Instruktur Karyawan Aktif Terbaik: Eddy SusiloEddy Susilo merupakan karyawan aktif PT Menara Terus Makmur di Bekasi, Jawa Barat dan telah bekerja sejak tahun 1993. Pada tahun 2018, Eddy tergolong aktif memberikan pelatihan kepada UKM Manufaktur di LPB (Lembaga Pengembangan Bisnis) Klaten, yakni Pelatihan Pengetahuan Bahan, Pelatihan Teknik Tempa & Hardening, Pelatihan Gambar Teknik, Pelatihan
Process Design, serta Pelatihan dan Pendampingan SOP (Standard OperatingnProcedure).

6. Instruktur Pasca Karyawan Terbaik: Agung Sungkowo, pria kelahiran 1977 ini, sebelumnya merupakan karyawan PT Kayaba Indonesia. Selepas dari sana, Agung kini berprofesi menjadi seorang developer
perumahan sambil ikut berbagi ilmunya kepada UKM Mitra YDBA denganmenjadi instruktur YDBA. Selama tahun 2018 sudah ada 12 pelatihan yang iabimbing dan 4 UKM yang ia dampingi, khususnya di bidang QCC dan 5R. Sehingga akhirnya, dapat menjadi aspek pendukung bagi Agung menerima penghargaan sebagai Instruktur Pasca Karyawan Terbaik.

7. QCC Terbaik: PT Nandya Karya Perkasa (LUPUS)Perusahaan yang berlokasi di Cileungsi, Bogor ini telah berhasil menjadi Juara I dalam Konvensi QCC di PT Astra Honda Motor, Cibitung, pada bulan September 2018. Melalui tim LUPUS, mereka mempresentasikan tentang“Efisiensi Proses pada Part Pipe Centre Cross KWW” yang sudah dilakukan secara internal. Dengan penerapan QCC tersebut, mereka dapat memperoleh
keuntungan (cost saving) karena telah berhasil melakukan improvement.

8. LPB Terbaik: LPB Pama Bessai Berinta LPB Pama Bessai Berinta (Pabeta) merupakan salah satu cabang YDBA yang berada di Bontang, Kalimantan Timur. Sejak berdiri pada tahun 2015, LPB Pabeta mengemban motto “Bekerja dengan tulus dan menjadi mitra yang terpercaya”. Area yang dikembangkan meliputi Kabupaten Kutai Timur, Kota Bontang, dan Kabupaten Kutai Kertanegara. Saat ini, LPB Pabeta sedang giat mengembangkan Sektor Unggulan Padi Organik di wilayahnya serta mencetak beberapa petani yang siap berbagi ilmu dengan para petani padi organik lainnya.

9. LKM Terbaik: LKM Pesona Mitra Makmur Lestari, Waringin LKM (Lembaga Keuangan Mikro) ini berlokasi di Kota Waringin, Kalimantan Tengah dan telah berdiri sejak tahun 2015. LKM ini merupakan kerja sama
dengan PT Astra Agro Lestari yang melayani kebutuhan petani sawit yang menjadi mitra Astra, seperti pupuk, obat-obatan, dan peralatan pertanian. LKM Pesona Mitra Makmur Lestari menjadi LKM terbaik karena memiliki skor tingkat kesehatan KSP (Koperasi Simpan Pinjam) yang sehat, baik dari aspek permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen, efisiensi, likuiditas, kemandirian dan pertumbuhan, serta jati diri koperasi.

Kick Off Kompetisi 5R, K3L, Kontes Mekanik dan QCC. Sebagai sarana berkompetisi bagi UMKM Mitra YDBA dalam penerapan kaizen pada usahanya, YDBA juga menyelenggarakan kick off kompetisi hingga tahun 2020, yaitu 5R, K3L, Kontes Mekanik, dan QCC. Ketiga konvensi ini diperuntukkan bagi UMKM di seluruh bidang
yang menjadi mitra YDBA, yaitu Manufaktur, Bengkel, Pertanian, dan Kerajinan. Tahapan konvensi terdiri dari pendaftaran, pendampingan pertama, babak penyisihan, pendampingan kedua, dan babak final. Melalui kick off ini, diharapkan UMKM Mitra YDBA dapat ikut serta berpartisipasi dalam konvensi dan menjadikan penerapan 5R, K3L, dan QCC sebagai kebiasaan yang konsisten diterapkan. Selain itu, melalui penyelenggaraan Kontes
Mekanik dapat meningkatkan kompetensi mekanik bengkel mitra YDBA sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen.

Sekilas Tentang YDBA

YDBA merupakan yayasan yang didirikan oleh pendiri Astra, William Soeryadjaya pada 1980 dengan filosofi Berikan Kail Bukan Ikan. YDBA didirikan sebagai komitmen Astra untuk berperan serta secara aktif dalam membangun bangsa, seperti yang diamanatkan dalam butir pertama filosofi Astra, Catur Dharma, yaitu “Menjadi Milik yang bermanfaat bagi Bangsa dan Negara”. YDBA menjalankan program tanggung jawab sosial Astra dengan fokus pada pembinaan UMKM yang meliputi UMKM manufaktur, baik terkait value chain bisnis Astra, maupun yang tidak terkait, bengkel umum roda empat dan roda dua, pengrajin dan petani. Berlandaskan
operating values-nya, yaitu Compassionate, Adaptive, Responsible dan Excellent, YDBA memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM untuk naik kelas dan mencapai kemandiriannya.

Pelatihan akan lebih efektif, jika dilengkapi pendampingan di lapangan, untuk itu sampai saatini YDBA telah mendirikan 18 LPB, dengan 12 LPB yang sekarang masih aktif, yang berlokasi di Mataram, Nusa Tenggara Barat; Sidoarjo, Jawa Timur; Yogyakarta; Semarang, Jawa Tengah; Tegal, Jawa Tengah; Klaten, Jawa Tengah; Sangatta, Kalimantan Timur; Bontang, Kalimantan Timur; Paser, Kalimantan Timur; Tapin, Kalimantan Selatan; Muara Enim, Sumatera Selatan dan Tabalong, Kalimantan Selatan.

Selain itu, YDBA juga mengembangkan sektor unggulan dalam rangka mengembangkan komunitas UMKM yang menonjol secara ekonomi dengan harapan komunitas tersebut dapat melakukan usaha dengan berkelanjutan. Hingga April 2019, YDBA telah mengelola 15 sektor unggulan, antara lain padi organik di Bontang, Kalimantan Timur; perikanan di Sangatta,

Kalimantan Timur; hortikultura di Tapin, Kalimantan Selatan; kuliner di Mataram, Nusa Tenggara Barat; bengkel di Sidoarjo, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Jakarta; industri metal di Sidoarjo, Jawa Timur, Klaten, Jawa Tengah, dan Tegal, Jawa Tengah; gula semut di Tabalong, Kalimantan Selatan; pupuk organik di Semarang, Jawa Tengah; industri aluminium di Yogyakarta; jamur tiram di Muara Enim Sumatera Selatan; serta kain tenun di Palembang,
Sumatera Selatan. Untuk membantu UMKM dan masyarakat di daerah dalam mendapatkan akses pembiayaan,
YDBA bersama Grup Astra mendirikan LKM/koperasi. Sampai saat ini, YDBA telah mendirikan 10 LKM/koperasi yang tersebar di Tabalong, Kalimantan Selatan; Buntok, Kalimantan Tengah; Tamiang Layang, Kalimantan Tengah; Balangan, Kalimantan Selatan; Mamuju Utara, Sulawesi Barat; Mamuju, Sulawesi Barat; Tapin, Kalimantan Selatan; Kutai Barat, Kalimantan Timur; Kumai, Kalimantan Tengah; dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Hingga Desember 2018, YDBA telah memberikan pembinaan kepada 10.894 UMKM. Untuk
pemuda putus sekolah, YDBA telah melatih 734 pemuda putus sekolah menjadi mekanik.YDBA secara tidak langsung juga telah menciptakan 68.030 lapangan pekerjaan melalui UMKM yang difasilitasinya.

Rel/ang/MB

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Check Also

Danrem 101/Ant, Jabatan Merupakan Amanah Yang Harus Dipertanggungjawabkan

Banjarmasin – Penyerahan dan Penerimaan jabatan memiliki makna penting dan strategis…