Tips dan Kiat Agar Lulus Tes Kesehatan dan Diterima jadi Anggota Polri

oleh -1.021 views

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sudah memulai membuka pendaftaran untuk 8 (delapan) jenis anggotanya yakni, Taruna Akpol, Bintara Polri, Tamtama, Bintara TI, Bintara Musik, Bintara Kimia, Bintara Penerbangan, dan Bintara Pelayaran.

Pendaftaran mulai tanggal 26 Maret 2018 sampai dengan 11 April 2018, seperti tertulis dalam situs resmi penerimaan.polri.go.id, Senin (26/3/2018).

Polri tahun 2019 ini akan merekrut 10 ribu personel berkualitas dengan memastikan proses penerimaan bakal bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Untuk Bintara sebanyak 8.400 orang, Tamtama 300 orang, dan Taruna Akademi Polisi 250 orang. Seluruhnya mencapai 10 ribu orang.

Berikut beberapa pengetahuan tentang Rikkes Polri yang perlu di pahami kandidat. Yang disampaikan Kepala Bidang kedokteran dan kesehatan (Biddokkes) Polda Kalsel Kombes Pol Kombes Pol dr. Erwinn Zainul Hakim, MARS, M.H.Kes , Kamis (28/3/2019).

Uji pemeriksaan kesehatan (Rikkes) merupakan momok paling menakutkan bagi para kandidat karena pada fase ini banyak hal tak terduga muncul. Dalam tes ini bisa ratusan kandidat gugur karena TMS (tidak memenuhi syarat).

“Calon anggota Polri harus siap dalam menjalani tes kesehatan, yang pertama peserta harus cukup tidur. Dengan kurang tidur maka peserta akan loyo atau lemah. Tensi menjadi tinggi, peserta tidak bisa tampil dalam kondisi prima,” ujarnya.

Lalu yang kedua,  pengambilan darah itu harus dengan puasa untuk kesehatan dua. Saat tes kesehatan satu, maka yang bersangkutan tidak dianjurkan untuk puasa. Dan disarankan saat pagi hari sarapan. Karena kalau kita tidak sarapan maka cenderung akan menemui permasalahan lambung. Jika ada permasalahan lambung, jelas akan merugikan peserta. Bisa muncul perasaan berdebar-debar, mual-mual dan lain sebagainya.

“Pada saat tes kesehatan 2 peserta justru harus melakukan puasa minimal 8 jam. Hal ini supaya hasil laboratoriumnya menjadi yang terbaik. Terus pada tes kesehatan 2 dianjurkan tiga hari sebelumnya yang bersangkutan pola makannya pola makan sehat. Mengurangi daging, mengurangi lemak-lemak, banyak minum air putih,” katanya.

Erwinn melanjutkan, untuk tes kesehatan 1 peserta dianjurkan sebelum berangkat mengikuti tes harus sudah kekamar kecil untuk BAB. Jangan sampai nanti misalnya contoh orang sudah 2,3 hari terakhir susah BAB maka pada saat pemerikasaan fisik cendrung merugikan yang bersangkutan.

“Terus dalam proses tes yang akan dilakukan mulai pagi hingga sore. Jika tidak diperlukan peserta tes tidak usah terlalu sering berdiri. Ya duduk karena kakinya nanti akan tegang mungkin akan timbul varises akan muncul atau apa.jadi cukup rileks,” katanya.

Peserta tes juga dianjurkan selalu membawa bekal makanan, karena saat pelaksanaan tes di Polda Kalsel satu hari tes rata-rata 300 orang. Jika diijinkan untuk makan atau cari snack. Disarankan bawa makanan yang tidak gampang bau kalau kita nasi kalau sudah tadi pagi dimakan siang tentu bisa mules. Jadi sebaiknya makanan yang tidak mudah basi contoh roti yang ada telurnya atau roti yang ada ikannya. Juga jangan minum yang ada energi misalnya teh kotak, susu coklat, dan lain sebagainya.

“Terus dalam segi kegiatan tes, bisa memanfaatkan waktu senggangnya dipergunakan melaksanakan kegiatan keagamaan, mendekatkan diri pada Tuhan,” katanya.

Terakhir untuk tes kesehatan jiwa dengan jumlah soal 566 dengan pola jawaban ya dan tidak dengan waktu 2,5 jam. Diharapkan peserta membawa pulpen pilot boliner supaya bisa dibaca ketika menjawab soal. Dalam mengisi nama dan identitas jangan sampai salah tulis. Juga cara menjawabnya yang diprediksi satu soal itu 30 detik. Sehingga peserta tes harus focus ketika menjawab dengan melingkari jawaban.

“Jadi semua soal harus dijawab, tidak ada soal mudah atau soal gampang. Karena soal ujian mencakup kesehatan jiwa. Jadi jawaban adalah jawaban spontan bukan yang dipikir atau yang dicari logikanya,” ujarnya.

Peserta tes jangan mencontoh atau menanyakan kepada peserta tes lainnya. Karena jawaban kesehatan jiwa yang bersifat pribadi. Memastikan arahan yang diberikan panitia kapan akan diumumkan hasilnya, misalnya tes kesehatan 1 akan diumumkan pada hari itu juga. Maka peserta harus hafal berapa nomor tesnya, berapa nomor tes koding pada saat masuk tes kesehatan.

Seandainya peserta tes tidak memenuhi  syarat, peserta boleh menanyakan sebabnya setelah fase pemeriksaan kesehatan selesai semua. Misalnya, soal pemeriksaan kesehatan itu terlaksana selama 3 minggu. Maka setelah minggu ke 3 bisa dijelaskan. Peserta yang memiliki cacat bawaan, seperti buta warna,,kelainan-kelainan keturunan atau gangguan jiwa nanti akan dijelaskan itu yang bersangkutan dengan pengobatan.

“Prinsip dalam tes ini adalah momen of opname artinya pemeriksaan ini bersifat present, bersifat saat ini. Tidak bisa dibandingkan dengan pemeriksaan seminggu yang lalu, karena kondisi tubuh berbeda. Misalnya seminggu yang lalu, peserta tidak ada amandel tapi karena peserta tes terlalu banyak makan es maka muncul amandel dan bengkak. Maka yang diperiksa kondisi yang sekarang, jadi tidak bisa membandingkan dengan seminggu yang lalu,” katanya.

Perwira murah senyum ini, memberi gambaran misalnya orang sudah tahu tes jasmani. Tapi tidak pernah latihan lari atau sudah tahu tesnya renang tapi tidak bisa renang. Tes masuk Polri menggunakan standar yang sama di seluruh Indonesia dan system computer yang sudah dipantau oleh Badan Sandi Negara sudah terferivikasi dan dipasang alat pelacak yang tidak bisa dimanipulasi hasilnya.

Jadi bisa disimpulkan tips dan kiat cara ampuh agar lolos jadi Polri menurut Kepala Bidang kedokteran dan kesehatan (Biddokkes) Polda Kalsel Kombes Pol Kombes Pol dr. Erwinn Zainul Hakim, MARS, M.H.Kes yaitu berusaha dan berdoa.

Siapkan Mental

Mungkin terdengar sederhana, tapi sebagian orang sulit untuk melaksanakan. Yah, mental yang saya maksud disini yaitu mental persaingan. Jika Anda siap menang, berarti Anda juga siap untuk kalah. Anda harus menerima dengan lapang semua kenyataan dalam tes, sekalipun itu pahit. Karena pengalaman saya, ada orang yang tidak bisa terima kekalahannya, menangis teriak menyalahkan para panitia penerimaan.

Jaga Kesehatan

Inilah salah satu poin besar dari penilaian tes masuk kepolisian, yaitu tes kesehatan karena 30% dari nilai kelulusan diambil dari nilai kesehatan. Untuk itu jagalah kesehatan Anda, Jangan melakukan kegiatan yang dapat mengganggu kesehatan Anda, seperti Mandi tengah malam, bergadang, dan merokok apalagi meminum alkohol dan mengkonsumsi narkoba. Pada rangkaian tes, kesehatan Anda akan diperiksa dari dalam hingga luar, mulai dari tensi darah, amandel, gigi. darah, varikokel, varises, bentuk tubuh, bekas luka, jerawat, dan sebagainya.

Latih Otak Anda

Bicara mengenai otak, pasti tidak luput dari kata “Kecerdasan”. Namun kecerdasan yang saya kutip disini tidak hanya Kecerdasan Intelejensi, tetapi juga Kecerdasan Emosi dan Spiritual (IESQ). Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mempermantap otak Anda, yaitu dengan mempelajari mata pelajaran yang ada di sekolah Anda. Karena sebagian besar materi Tes Akademik penerimaan anggota Polri berasal dari materi pelajaran sekolah yang pernah Anda lalui. Selain itu, Anda juga akan dihadapkan dengan berbagai tes Psikologi antara lain Tes Kepribadian, Tes Misi, Tes Kecerdasan, dan lain-lain. Silakan Anda cari di Google untuk bahan materinya karena tes ini akan terasa gampang namun sulit loh.

Untuk tes Akademik sendiri biasanya diambil poin 25% dari total nilai kelulusan sementara Tes Psikologi juga sama 25% dari total nilai kelulusan. Poin yang sangat besar pengaruhnya. Namun tidak menutup kemungkinan jika presentasi nilai juga akan diubah sesuai kebutuhan institusi Kepolisian.

Latihan Fisik

Tips yang satu ini tidak kalah pentingnya dengan poin-poin diatas, walaupun dalam tes kesamaptaan hanya diambil nilai 20% dari total nilai kelulusan Anda namun jika Anda tidak dapat melakukannya sama saja Anda tidak akan mungkin lulus.
Untuk itu, biasakan diri Anda melakukan aktifitas yang dapat meningkatkan kekuatan fisik Anda terutama seperti yang akan diujikan pada tes kesamaptaan nanti, antara lain Lari 12 Menit, Push Up, Pull Up, Sit Up, dan juga Renang. Latihlah fisik Anda dengan tes seperti yang saya sebutkan, lakukan secara rutin namun jangan terlalu dipaksa untuk dilakukan tiap hari karena bagaimanapun juga tubuh perlu waktu beristirahat untuk tetap dapat bekerja optimal.

Tetap Optimis

Tetaplah percaya, orang lain bisa kenapa Anda tidak? setidaknya rasa optimis ini dapat memicu semangat Anda.

 

Rel

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.