Home Berita Bank Kalsel Target Raup Laba 30 Persen

Bank Kalsel Target Raup Laba 30 Persen

3 min read
0
0
31

BANJARMASIN – Untuk menciptakan bank daerah yang kompetitif, tentu dibutuhkan manajemen perbankan yang andal. pertimbangannya  Bank Kalsel harus mampu menjadi pemain bisnis yang tak hanya jago kandang, tapi juga bisa keluar kandang.

Hal tersebut dikatakakan Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin, Kamis (28/2/2019). Tak hanya penyegaran dengan  mengganti dua direksi dan satu komisaris independen, Bank Kalsel menargetkan dalam tahun 2019 bisa meraup laba 20 hingga 30 persen dan peningkatan aset 9,09 persen dari modal kerja yang dimiliki.

Sesuai arahan Gubernur Sahbirin Noor selaku pemegang saham mayoritas Bank Kalsel lanjut Agus, maka pertimbangan bisnis yang menjadi acuan agar bank daerah ini kuat dibanding bank-bank daerah lainnya di Indonesia.

“Seperti Inovasi yang telah dijalankan Bank BJB milik Pemprov Jawa Barat dan Banten yang telah ekspansi ke luar kandang, kini cabangnya sudah ada di Kalsel,” jelas Agus.

Mantan Direktur Bank Kalsel Syariah ini mengatakan Bank Kalsel butuh manajemen perbankan yang kuat dengan kiat-kiat bisnisnya. Bahkan, Wagub Kalsel (Rudy Resnawan) telah diundang ke Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta untuk menjajaki Bank Kalsel masuk ke bursa saham nasional.

“Untuk menopang itu, Pemprov Kalsel akan memperkuat modal bank dan mendorong bisa berkompetisi di lantai bursa efek. Dengan dukungan manajemen bank yang baru di Bank Kalsel, kita  harap bisa meningkatkan sisi kualitas dan kuantitas,” ungkapnya.

Agus mengatakan,  untuk laba yang dipatok pada tahun ini di kisaran 20 hingga 30 persen diiringi dengan target peningkatan aset sebanyak 9,09 persen dari modal Bank Kalsel mencapai Rp12 hingga Rp13 triliun. Selain itu,  fokus utama yang dihadapi Bank Kalsel ke depan adalah masalah likuiditas yang ketat, kualitas kredit sebagai isu internal bank dan semakin maraknya digital banking.

“Ke depan, Bank Kalsel akan menerapkan 10 kiat bisnis yang prospektif melalui penyaluran kredit yang ditarget tumbuh 12 persen lebih, ini merupakan tantangan ke depan, makanya seluruh karyawan Bank Kalsel harus kompak dan profesional ke depan” terangnya.

Serta beberapa hal yang  perlu diperhatikan secara eksternal, misalnya soal turbulensi ekonomi global dan gangguan pertumbuhan ekonomi nasional dan regional, perubahan dan dinamisasi industri yang mempengaruhi pasar dan pangsa pasar perubahan karakteristik konsumen. Berikutnya, iklim kompetisi di industri keuangan dan perbankan, kebijakan dan regulasi yang mengatur serta adanya tahun politik (pilpres dan pileg) saat ini.

rel/MB

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Pejabat lama dan Pejabat baru Kapolda Kalsel Paparkan Penanganan Covid-19 dan Pengamanan Pilkada 2020

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggel…