Home Berita Dr Hj Rosiyati MH Thamrin SE MM Diskusi Persoalan Pertanian Bersama Warga Tabunganen Batola

Dr Hj Rosiyati MH Thamrin SE MM Diskusi Persoalan Pertanian Bersama Warga Tabunganen Batola

4 min read
0
0
53

Dr Hj Rosiyati MH Thamrin SE MM calon anggota DPR RI Dapil I Kalsel menyambangi Desa Karya Baru Kecamatan Tabunganen Batola, Jumat (1/3).
Kurang 80 petani desa hadir, melakukan diskusi dan mengungkapkan persoalan yang dihadapi petani saat ini mulai soal pupuk hingga pemberdayaan ekonomi para petani kedepan.

Kata Dr Hj Rosiyati menegaskan, usaha pertanian di Kalsel perlu dukungan. Beberapa hal yang harus dilakukan kedepan, skala pertanian kecil atau lahan yang dimiliki oleh sebagian besar petani harus diperluas.

Solusinya adalah pemerintah atau pihak yang berkepentingan memberikan penyuluhan atau pelatihan langsung kepada petani untuk dapat memaksimalkan lahan yang sempit tersebut agar dapat menghasilkan hasil pertanian yang maksimal, contohnya adalah dengan sistem pertanian tumpang sari.

Dimana di sekitar pematang sawah ditanami tanaman jenis lainnya misal kacang panjang atau jagung. hasil tanaman yang menumpang ini dapat dimanfaatkan sendiri atau dijual untuk menambah penghasilan bagi petani.

Kata Rosiyati, modal yang dimiliki oleh petani sangat terbatas,solusinya adalah memberikan bantuan finansial terhadap petani, caranya dengan mengembangkan kelompok tani didesa-desa, dalam kelompok tani ini diberi pinjaman oleh pemerintah untuk mengolah modal ini agar terjadi perputaran modal.

“Dalam kelompok tani ini juga dapat dikembangkan simpan pinjam diantara anggota tentunya dengan bunga yang relatif rendah. selain secara finansial kelompok tani akan memberikan banyak keuntungan bagi petani-petani kecil di desa,” katanya.

Termasuk memberikan bantuan pupuk dan benih unggul secara cuma-cuma bagi anggota kelompok tani, sesama anggota saling bertukar informasi harga hasil pertanian sehingga tidak ada petani yang menjual hasil taninya terlalu rendah,
“Pemerintah akan lebih mudah dalam memberikan penyuluhan tentang pertanian karena dikelompok tani dikenal adanya ketua yang memandu semua anggota,” katanya.

Menyangkut persoalan pupuk bersubsidi selama ini sudah diatur hanya untuk petani yang tergabung dengan kelompok tani. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47 Tahun 2017 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi.

Dimana untuk mendapatkan pupuk bersubsidi kelompok tani juga harus menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Untuk pendistribusian pupuk urea bersubsidi sudah diatur oleh Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian secara nasional mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV sesuai dengan prinsip 6 (Enam) Tepat, yaitu Tepat Jenis, Jumlah, Harga, Tempat, Waktu dan Mutu, dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47/Permentan/SR.310/12/2017 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk bersubsidi.

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Tanggap Banjir Kalsel, Angkasa Pura I Salurkan Bantuan

Banjarbaru – Manajemen Angkasa Pura I salurkan bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Ba…