Home Berita Stunting di Kalsel Turun 11 Persen

Stunting di Kalsel Turun 11 Persen

5 min read
0
0
26

BANJARMASIN – BANJARMASIN – Dinkes Kalsel terus melakukan upaya untuk menurunkan angka stunting di kota/kabupaten di Kalsel selama tahun 2018. Angka stunting di Kalsel sendiri sampai 2019 berdasarkan riset kesehatan dasar pada balita ada sebanyak 33,1 persen.

“Pada tahun 2015 jumlah stunting di Kalsel tercatat 44,3 persen jadi kita mengalami penurunan sebanyak 11 persen pada balita,” kata Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan gizi Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Didi Aryadi, Kamis (28/2).

Kata Didi, jumlah stunting ada penurunan sedangkan balita dibawah 2 tahun bisa kita diatasi. Sebab jika lebih dari masa itu tidak bisa lagi. Oleh karena itu penting pendekatan 1.000 hari pendekatan kehidupan jadi 9 bulan di dalam kandungan, dan dua tahun setelah masa penyapihan termasuk ASI eksklusif itu penting.

Menurut Didi pihaknya secara intensif melakukan rakor penanganan stunting seperti yang dilaksanakan kali dengan melibatkan peserta 135 orang dari kabupaten/kota, Bapeda, Ketahanan pangan, Dinas Kesehatan, TOPRMD, PKK, serta petugas-petugas gizi.

“Mereka akan dilatih bagaimana menerapkan 8 aksi dalam penurunan stunting, jadi aksi pertama mengidentifikasi masalah data, dan masalah lainnya. Dengan tujuan bisa menghasilkan analisis situasi,” katanya.

Kata Didi, peserta diharapkan memahami bagaimana analisa angka stunting itu tinggi di kabupaten/ kota di Kalsel. Kemudian dibuat rencana kegiatan, dalam penanggulan stunting. Sesuai 8 aksi yang terintegrasi yaitu analisa situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, lahirnya peraturan-peraturan bupati, walikota tentang peran desa, kemudian pembinaan kelompok penyuluh masyarakat, sistem manajeman data, pengukuran dan publikasi stunting dan merefyu kinerja.

“Melalui whorkshop ini yang bisa ditindak lanjuti karenai peserta masing-masing membawa data di wilayah masing-masing untuk menganalisa,” katanya.

Saat ini berdasarkan peta pemerintah pusat lokus stunting itu ada di Hulu Sungai Utara karena di HSU tahun 2013 stunting mencapai 45 persen jauh diatas nasional artinya 4 sampai 5 balita itu stunting di HSU. Tahun ini dikembangkan lagi Tanah Bumbu lokus stuntingnya. “Karena berdasarkan pendataan dari pusat Tanah Bumbu ini Stuntingnya tinggi padahal berhasil cukup baik dalam menurunkannya. Tapi pusat punya pertimbangan itu jadi dijadikanlah kabupaten yang lokus stunting kedua setelah loko stunting HSU untuk tahun 2019,” paparnya.

Kita ingin mengatasi masalah stanting di Kalsel ini tidak hanya pendekatan spesifik, kKarena masalah stunting ini tidak bisa diselesaikan secara pendekatan spesifik oleh karena itu harus di atasi juga dengan cara pendekatan sensitif atau determensitif. Karena persoalan stunting dan gizi ini banyak persoalannya di luar kesehatan misalnya persoalan air bersih pada keluarga –keluarga miskin, persoalan jamban sehat kemudian persoalan jalan yang tidak bisa akses ke desa-desa kita tidak bisa meakses keluarga-keluarga masyarakat miskin yang memerlukan pelayanan terutama pelayanan gizi.

“Jadi kita undanglah dari lintas sektoral, siapa saja lintas sektoral itu mereka dari Bapeda, kenapa Bapeda karena Bapeda sebagai koordinator dalam perencanaan pembangunan jadi ini lebagai leading sektor,” katanya.
Sementara Theodorik Rizal Manik dari Bapeda Kalsel mengatakan,ada yang menjadi lokus nasional stunting yaitu Tanah Bumbu dan di HSU. Sedangkan di tingkat provinsi di tahun 2020 akan melakukan fokus penanganan stunting ini ada di kabupaten Balangan, HSS, Tapin. Karena tiga kabupaten ini angkanya masih diatas 30 persen , dan satu lagi Kotabaru—dimana data tahun 2018 masih di angka 20 persen .

“Harapannya dengan adanya kegiatan ini diharapkan pemerintah kabupaten dapat menerapkan 8 aksi stunting ini di masing-masing kota/kabupaten dan mensinergikan konfergensi kegiatan-kegiatan mereka di masing-masing SKPD agar stunting di masing kota/kabupaten turun dengan optimal,” katanya.

rel/MB

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Polres Batola Laksanakan Apel Gabungan Dalam Rangka Antisipasi Unjuk Rasa RUU Cipta Kerja

Polres Batola, Selasa (20/10/2020) bertempat di Simpang 4 Jalan Trans Kalimantan Kel. Hand…