Home Hukum Polres Banjar Gelar Rekonstruksi Musliah Kasus Pembunuhan

Polres Banjar Gelar Rekonstruksi Musliah Kasus Pembunuhan

3 min read
0
0
22

MARTAPURA – Polres Banjar menggelar rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan Musliah (43) terhadap bekas suaminya, Rahmadi (49). Rekonstruksi digelar lokasi kejadian Desa Kelampayan Ilir, Kecamatan Astambul pada Kamis (17/1).

Menurut Kepala Polsek Astambul, AKP Samsu Darsono, tersangka Musliah memeragakan 52 adegan selama rekonstruksi pembunuhan yang dipicu harta gono-gini tersebut. Musliah menghantamkan palu ke kepala Rahmadi pada Selasa (18/12/2018) pukul 19.00 wita di rumah korban.

“Sebanyak 52 adegan sudah diperagakan oleh pelaku di TKP, proses rekonstruksi yang berjalan lancar,” kata AKP Samsu Darsono, Kamis (17/1).

Samsu berkata Musliah nyaris tak menemui kesulitan ketika memeragakan satu persatu adegan mulai adegan pertama hingga adegan ke-52. Jalannya rekonstruksi dijaga ketat 20 polisi. Warga pun berebut menonton proses rekonstruksi ini.

“Alhamdulilah, jalannya rekonstruksi dari awal hingga akhir berjalan dengan lancar,” katanya.

Musliah tega membunuh mantan suaminya, Rahmadi (49), gara-gara persoalan harta gono-gini pada Selasa (19/12) petang di Desa Kelampayan Ilir, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar.

Samsu Darsono berkata Musliah membunuh Rahmadi karena dugaan sakit hati dan kesal setelah mengetahui mantan suaminya itu ingin menjual harta gono-gini untuk menikah lagi. Korban dibunuh di dalam rumah dan toko bangunan miliknya.

Ramhadi hendak menjual aset toko bangunan miliknya. Rahmadi ingin meminta sebagian harta hasil penjualan toko bangunan. Tapi, Musliah keberatan karena harta ini untuk anaknya.

“Atas dasar itulah, pelaku marah dan terjadilah peristiwa pertengkaran dan berujung mantan suaminya ini meninggal akibat dipukul menggunakan palu,” kata AKP Samsu Darsono.

Menurut AKP Samsu, hasil visum di RSUD Ratu Zalecha Martapura menunjukkan korban meninggal karena mengalami luka di kepala sebanyak tiga mata luka. Satu mata luka mengakibatkan meninggal akibat pendarahan dalam otak.

Pelaku ditangkap di rumahnya di Desa Tambarangan, Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar, sesaat telah kejadian. Ia dijerat pasal 338 ancaman 10 tahun penjara.

banjarhits/ang/MB

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Hukum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Polsek Pelaihari Lakukan Dialogis dengan Warga Beri Pesan Kamtibmas

Polda Kalsel, tugas utama anggota Polri adalah pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyar…