oleh

Satreskrim Polres Tapin Mengecek Jembatan Atalaut, Pantau Siring Runtuh

-Berita, Polisi-321 Dilihat

RANTAU – Runtuhnya siring di bawah pembangunan jembatan baru Atalaut di Desa Bungur, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, pada 15 Januari 2019 lalu, ditinjau aparat penegak hukum.

 

Itu karena Personel Satuan Reskrim Polres Tapin turun langsung mengecek keberadaan jembatan dan melihat kondisi runtuhnya siring Sungai Atalaut, Rabu (16/1/2019).

 

Sebelumnya, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapin dan pegawai Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kabupaten Tapin juga meninjau lokasi siring sungai Atalaut yang runtuh tersebut.

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id dari Kepala Desa Shabah, Mujito, hampir tujuh bulan, warganya, khususnya para pelajar yang sekolah di Rantau menggunakan jembatan darurat.

 

Jembatan darurat itu dibuat dari batang bambu melintasi perkebunan karet milik warga masyarakat. Itu agar memudahkan kalangan pelajar asal Desa Shabah lebih cepat dan singkat tiba ke sekolah mereka.

 

“Kami bersyukur jembatan Atalaut itu rampung akhir tahun 2018 lalu. Awalnya jembatan itu rusak parah tak bisa dilintasi kendaraan roda dua. Roda empat terpaksa memutar melalui desa tetangga,” katanya.

 

Menurut Mujito sebagian warga desanya sempat khawatir saat banjir meruntuhkan siring di bawah jembatan baru Atalaut. Cuma dirinya yakin tidak berpengaruh bagi jembatan karena tiang pancang jembatan sangat dalam.

 

“Saya berharap runtuhnya siring sungai Atalaut itu agar diperbaiki agar tidak menimbulkan dampak luas bagi jembatan,” katanya.

 

Bpost/ang/MB

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.