Home Berita Bidpropam Polda Kalsel Prihatin atas Dua Oknum Polisi Langgar Aturan di Kalsel

Bidpropam Polda Kalsel Prihatin atas Dua Oknum Polisi Langgar Aturan di Kalsel

3 min read
0
0
165

BANJARMASIN – Jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan dihebohkan atas dua kasus kriminal pada awal tahun 2019. Kedua kasus ini kebutulan melibatkan oknum polisi sebagai aktor pelakunya. Alih-alih jadi pengayom masyarakat, kedua oknum justru bersalin wujud jadi penjahat.

Keduanya bernama Rahmadi, anggota Sabhara Polsek Banjarmasin Barat dan Andrew Gunawan, anggota Polres Kotabaru. Rahmadi sebagai terduga penyiram air keras ke Asep Syaifudin, eks Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kalsel. Adapun Andrew Gunawan terduga penculik gadis AN (14) yang meminta uang tebusan ke orang tua korban.

Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Kalsel, Komisaris Besar Iriyanto, turut prihatin atas kelakuan dua oknum polisi itu karena mencoreng citra Polri. Kalau terbukti bersalah setelah disidang di peradilan umum, menurut Iriyanto, kedua oknum polisi nakal terancam dipecat melalui sidang kode etik.

“Kami benar-benar prihatin dan sedih bila memang benar dua oknum anggota Polri berinisial RH dan AG terlibat. Ini menjadi perhatian kami, karena hal ini merusak lembaga Polri. Maka atas pelanggaran yang dilakukan maka akan kami proses sesuai tingkat kesalahan yang dilakukan,” tegas Kombes Iriyanto kepada banjarhits.id, Minggu (12/1).

Iriyanto berharap dua kasus yang melibatakan dua oknum anggota Polri ini segera diproses dan ditindak cepat dan terukur. Apabila memang terbukti bersalah usai ditangani Reskrimum Polda Kalsel, maka harus menjalani persidangan umum terlebih dahulu

“Jika memang hasil sidang menyatakan bersalah. Maka tak ada kata lain demi penegakan tata tertib dan disiplin, sanksi bagi anggota yang terbukti melanggar adalah pemecatan,” kata eks Propam Mabes Polri itu. Pihaknya tak pilih kasih terhadap pelaksanaan pembinaan disiplin dan tata tertib, ke anggota Polri. Ia siap menjatuhkan sanksi maksimal pemecatan.

Sebagai gambaran sepanjang tahun 2018, Polda Kalsel menyebut ada 18 anggota Polri yang dipecat karena indisipliner dalam bertugas. Selama 2018, Polda Kalsel mencatat anggota Polri yang melakukan tindak pidana melonjak 225 persen (9 orang) dari 4 orang pada 2017.

Polisi yang bermasalah di wilayah hukum Polda Kalsel menjadi 14 orang pada 2018. Sedangkan anggota Polri yang dipecat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) juga mengalami kenaikan sebesar 21,42 persen (ada 3 orang) dari 14 orang pada 2017 atau menjadi 18 orang anggota Polri dipecat pada 2018.

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Check Also

Danrem 101/Antasari, Kerahkan Prajurit Evakuasi Warga Terdampak Banjir di HST

BARABAI- Dalam rangka mengantisipasi bencana banjir di wilayah Kab. HST, Danrem 101/Antasa…