Home Berita Telkomsel Membuka Keterisolasian Komunikasi

Telkomsel Membuka Keterisolasian Komunikasi

5 min read
0
0
82

Telkomsel Optimasi Jaringan di wilayah terpencil di Indonesia. (foto: ist/MB)

 

 

Konsistensi Telkomsel membangun jaringan hingga pelosok sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Membawa dampak bagi perekonomian masyarakat, termasuk menciptakan peluang usaha.

Telkomsel ikut membangun ekonomi kerakyatan. Mulai dari pinggiran dan desa, membuka akses informasi ke daerah terisolasi/tertinggal.

Lewat konsistensi jaringan Telkomsel tersebut, mampu mendorong tumbuhnya pelaku UKM dan start up di tiap pelosok desa. Telkomsel yang terus memperkuat layanan jaringannya digitalisasi ikut membantu program pemerintah yang mendorong industrialisasi terutama pada hilirisasi produk-produk pertanian yang dihasilkan petani dan nelayan, industrialisasi maritim, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Karena makin mudahnya informasi dan akse komunikasi berbasis digitalisasi dan internet.

Telkomsel mendorong keempat sektor yang mejadi keunggulan komparatif dan dijadikan sebagai keunggulan kompetitif bangsa Indonesia. Dan, sekaligus sebagai lokomotif atau motor penggerak terhadap sektor-sektor ekonomi lainnya terutama dalam menghadapi pertarungan ekonomi global yang semakin keras persaingannya.

Dengan dibangunnya jaringan hingga ke pelosok ikut memacu pembangunan infrastruktur pada konektivitas antara sentra produksi bahan baku dari desa ke lokasi cluster industri dasar (hulu) hingga ke kawasan industri (hilir).

Berkat jaringan internet Telkomsel memudahkan interaksi  bagi investor dengan menjamin ketersediaan lahan, energi, keamanan, insentif fiskal, dan fasilitas industri lainnya.

Telkomsel membuka layanan komunikasi hingga pelosok negeri dan wilayah perbatasan. Tak ada lagi sekat dan hambatan melakukan interaksi. Konsistensinya membangun jaringan hingga pelosok sebagai penggerak ekonomi kerakyatan merupakan prioritas utama dan komitmen yang tak diragukan.

Layanan Telkomsel 4G LTE di Provinsi Kalsel sudah menjangkau semua pelosok daerah terpencil, masyarakat daerah terpencil sudah mampu menggunakan mobile digital lifestyle seperti yang dilakukan masyarakat di kota. Telkomsel membuka sekat itu, tidak ada lagi perbedaan masyarakat pedesaan dan perkotaan untuk menikmati mobile digital lifestyle serta informasi lainnya.

Guna memberikan kemudahan layanannya hingga ke daerah terpencil di Kalsel, Telkomsel sudah membangun 551 base transceiver station (BTS) di wilayah-wilayah perdesaan yang sebelumnya tidak memperoleh layanan komunikasi. Telkomsel mengoperasikan 17 BTS lainnya, sehingga secara total Telkomsel menggelar 568 BTS di 568 desa tanpa sinyal di Tanah Air.

Seluruh BTS di wilayah terisolir tersebut tersebar di 14 provinsi, yakni Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Dari 568 BTS tersebut, 47 di antaranya merupakan BTS 4G yang memungkinkan masyarakat memanfaatkan layanan data yang berkualitas untuk meningkatkan produktivitas.

Kehadiran BTS di wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak memperoleh akses telekomunikasi mempertegas komitmen Telkomsel membangun dan memajukan seluruh negeri, tidak hanya di kota dan daerah yang menguntungkan secara bisnis.

Kehadiran layanan berkecepatan akses data tinggi dimanfaatkan secara positif untuk meningkatkan produktivitas. Masyarakat semakin cepat dan mudah dalam bertukar informasi dalam bentuk teks maupun foto maupun video. Hadirnya BTS 4G Telkomsel terbukti nyata mentransformasi kehidupan masyarakat di wilayah-wilayah terpencil.

Tidak hanya menghadirkan konektivitas layanan komunikasi, namun juga menyediakan solusi produk dan layanan digital yang turut mendukung produktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian daerah pelosok.

Telekomunikasi selular telah menjadi kebutuhan. Ada anggapan siapa yang hendak sukses dalam bidang apapun termasuk berbisnis, maka manfaatkan telekomunikasi.

Dengan menjangkau setiap jengkal wilayah Indonesia berarti memperkokoh persatuan dan kesatuan serta memerdekakan masyarakat dari keterisolasian komunikasi.

 

Reporter: Anang Fadhilah

 

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Telkomsel dan Mitratel Merampungkan Pengalihan Kepemilikan 6.050 Menara Telekomunikasi

Jakarta, 26 Februari 2021 – Telkomsel mengumumkan finalisasi pengalihan kepemilikan …