Home Berita Key Points Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2018 di Kalimantan Selatan

Key Points Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2018 di Kalimantan Selatan

3 min read
0
0
11

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel (KPw BI Kalsel) dalam siaran pers Senin (3/12) memberikan Key Points Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2018 di Kalimantan Selatan yakni, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan yang berpeluang sedikit meningkat pada 2018 di kisaran 5,1-55%, dan akan kembali meningkat pada tahun 2019 di kisaran 5,4-5,8%.

Di Kalimantan Selatan, inflasi pada tahun 2018 kami prakirakan masih dalam rentang sasaran, yakni 3,75%±1%, sebagai sasaran antara menuju target inflasi nasional 3,75%±1%.

Dari sisi stabilitas keuangan di daerah, penyaluran kredit perbankan Kalimantan Selatan pada triwulan III-2018 berdasarkan lokasi proyek tercatat tumbuh 14,56% (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 13,80% (yoy)

Kelancaran sistem pembayaran di Kalimantan Selatan juga terpelihara. Dari sisi pembayaran tunai, aliran transaksi perkasan Bank Indonesia Kalimantan Selatan pada triwulan III-2018 mengalami aliran masuk bersih (net intflow) sebesar Rp2,57 triliun seiring tingginya aliran uang kartal masuk (inflow) ke Bank Indonesia dari masyarakat pasca-Ramadhan dan Idulfitri. Transaksi kliring pada triwulan III-2018 tercatat sebesar Rp7,24 triliun atau tumbuh 8,03% (yoy).  Transaksi real time gross settlement (RTGS) pada triwulan III-2018 tercatat sebesar Rp28,60 triliun atau tumbuh 16,04% (yoy).

Sesuai hasil riset Growth Strategy Bank Indonesia, terdapat tiga sektor prioritas yang dapat dikembangkan yaitu agroindustri, perikanan, dan pariwisata. Kami melihat bahwa pemikiran kami juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebagaimana tertuang dalam dokumen RPJMD 2016-2021.

Jumlah nominal maupun transaksi e-commerce di Kalimantan Selatan mengalami peningkatan secara signifikan dalam satu tahun terakhir. Jumlah nominal e-commerce mengalami kenaikan sebesar 303,8% (yoy) diikuti dengan kenaikan jumlah transaksi  yang sebesar 164,1% (yoy). Dari sisi kelompok barangnya, handphone dan aksesoris (21%) merupakan kelompok barang yang paling banyak ditransaksikan dalam e-commerce di Kalimantan Selatan, disusul kelompok barang fashion (16%), otomotif dan aksesoris (10%) dan komputer dan aksesoris (9%).

Di Kalimantan Selatan, Bank Indonesia akan terus menguatkan pengembangan klaster ketahanan pangan dan produk unggulan daerah. Saat ini terdapat empat klaster yaitu klaster padi unggul di Kabupaten Tanah Bumbu, klaster bawang merah di Kabupaten Tapin, Klaster Ikan Air Tawar di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan Klaster Ampulung di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

rel/hum

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Polsek Mantewe Himbau Warga Desa Sukadama Disiplin Protokol Kesehatan

Dalam upaya mendukung kebijakan pemerintah di Era New Normal dan adaptasi kebiasaan baru B…