Home Berita Apa Saja Poin-Poin Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2018 di Jakarta

Apa Saja Poin-Poin Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2018 di Jakarta

7 min read
0
0
33

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel (KPw BI Kalsel) dalam siaran pers Senin (3/12) memberikan poin-Poin Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2018 di Jakarta

PTBI diselenggarakan rutin setiap akhir tahun untuk menyampaikan pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian terkini, tantangan dan prospek ke depan, serta arah kebijakan Bank Indonesia. Tema yang diangkat dalam PTBI 2018 adalah “Sinergi untuk Ketahanan dan Pertumbuhan*.

Pada tahun ini PTBI di tingkat Bank Indonesia Pusat diselenggarakan pada Selasa (27/11). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo, Pimpinan Lembaga Negara, Menteri Kabinet Kerja, Gubernur Kepala Daerah, pimpinan perbankan dan korporasi nonbank, akademisi, pengamat ekonomi, serta perwakilan sejumlah lembaga internasional. Dari Kalsel, hadir Sahbirin Noor (Gubernur Kalsel) dan Herawanto (Kepala Perwakilan BI Kalsel).

PTBI juga akan diselenggarakan di tingkat regional Kalsel pada Rabu (5/12). Dalam kesempatan tersebut, Kantor Perwakilan BI Kalsel akan menyampaikan kondisi perekonomian Kalsel terkini serta proyeksi 2019. Pertemuan tersebut akan dihadiri oleh Gubernur Kalsel (Sahbirin Noor), seluruh Walikota/ Bupati di Kalsel, anggota DPR/DPRD, anggota Forum Pimpinan Daerah, SKPD di Kalsel, akademisi, perbankan, pelaku usaha, media, dan pesantren.

Presiden RI menyampaikan apresiasi atas langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi khususnya stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kebijakan Bank Indonesia dipandang tidak hanya menunjukkan ketegasan dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, namun juga mampu membawa persepsi positif terhadap pelaku pasar.

Dalam kesempatan penyelenggaraan PTBI, Bank Indonesia memberikan apresiasi penghargaan tahun 2018 kepada 40 (empatpuluh) pelaku ekonomi dari 14 (empatbelas) kategori yang terdiri dari korporasi, individu, perbankan, dan klaster.

PT BPD Kalimantan Selatan Cabang Batu Licin menerima penghargaan dari BI sebagai kantor bank terbaik dalam pengelolaan kas titipan. Penghargaan yang diberikan pada ajang PTBI ini menandai kinerja dan manajemen yang baik dari Kastip Batu Licin dalam mendistribusikan uang layak edar hingga ke wilayah jauh (remote area). Penghargaan diserahkan oleh Perry Warjiyo (Gubernur BI) dan diterima oleh Gt. Agus Permana (Plt Dirut Bank Kalsel).

Rangkuman pemaparan GBI dalam PTBI di Jakarta, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan bahwa prospek ekonomi Indonesia akan semakin membaik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan stabilitas yang tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 diperkirakan tetap meningkat hingga mencapai kisaran 5,0-5,4%. Inflasi 2019 tetap terkendali pada kisaran sasaran 3,5+1% dengan terjaganya tekanan harga dari sisi permintaan, volatile foods dan administered prices, ekspektasi inflasi, dan stabilnya nilai tukar Rupiah.

Defisit transaksi berjalan 2019akan turun menjadi sekitar 2,5% dari PDB dengan langkah-langkah pengendalian impor serta peningkatan ekspor dan pariwisata. Fungsi intermediasi perbankan dan pembiayaan ekonomi dari pasar modal akan terus meningkat. Pertumbuhan kredit pada 2019 diprakirakan mencapai 10-12%, sementara pertumbuhan DPK perbankan mencapai 8-10% dengan kecukupan likuiditas yang terjaga.

Dalam jangka menengah,pertumbuhan ekonomi 2024 diproyeksikan akan lebih tinggi lagi yaitu mencapai kisaran 5,5-6,1%, dan defisit transaksi berjalan akan menurun dibawah 2% dari PDB.

Dengan kondisi perekonomian global yang belum kondusif, bauran kebijakan Bank Indonesia yang telah ditempuh pada 2018 akan semakin diperkuat pada tahun 2019 mendatang. Untuk itu, terdapat 7 (tujuh) area kebijakan yang akan ditempuh oleh Bank Indonesia.

Kebijakan moneter akan tetap difokuskan pada stabilitas, khususnya pengendalian inflasi sesuai sasaran 3,5+1% dan stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya. Stance kebijakan moneter yang pre-emptive dan ahead-the-curve akan dipertahankan pada tahun 2019. Kedua, kebijakan makroprudensial yang akomodatif akan ditempuh untuk mendorong intermediasi perbankan dalam pembiayaan ekonomi termasuk untuk menjaga ketahanan sistem keuangan dengan memperkuat surveilans terhadap bank-bank besar dan korporasi yang sistemik.

Kebijakan sistem pembayaran akan terus dikembangkan untuk kelancaran, efisiensi, dan keamanan transaksi pembayaran nontunai maupun tunai, termasuk dalam mendukung ekonomi dan keuangan digital. Keempat, akselerasi pendalaman pasar keuangan terus didorong untuk mendukung efektivitas kebijakan Bank Indonesia dan pembiayaan ekonomi secara lebih luas serta terus berpartisipasi aktif dalam inovasi berbagai instrumen pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur ke depan.

Mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, baik melalui program-program Bank Indonesia maupun sebagai bagian program Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Keenam, perluasan pengembangan UMKM dengan fokus pada pengendalian inflasi dan penurunan defisit transaksi berjalan. Ketujuh, kebijakan internasional diarahkan untuk memperkuat persepsi positif terhadap Indonesia dan berperan aktif dalam perumusan kebijakan di berbagai lembaga internasional.

Bank Indonesia juga berkomitmen untuk memperkuat sinergi bauran kebijakan ekonomi nasional dengan Pemerintah, OJK, dan otoritas lainnya. Sinergi bauran kebijakan akan diarahkan untuk pengendalian inflasi, perbaikan struktur ekonomi, stabilitas sistem keuangan, akselerasi pendalaman pasar keuangan serta ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

rel/hms

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Polsek Pelaihari Lakukan Dialogis dengan Warga Beri Pesan Kamtibmas

Polda Kalsel, tugas utama anggota Polri adalah pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyar…