Home Berita Hiswana Migas Gelar Musda Bahas Emisi Euro IV dan Stok BBM Kalsel

Hiswana Migas Gelar Musda Bahas Emisi Euro IV dan Stok BBM Kalsel

3 min read
0
0
187

BANJARMASIN – Ketua DPD Hiswana Migas Kalimantan, Hari Kristanto mengatakan pemerintah harus konsisten atas penerapan standar emisi Euro IV sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Aturan ini mulai berlaku sejak September 2018.
Menurut dia, dunia Internasional sudah menerapkan emisi Euro IV demi bahan bakar ramah lingkungan.

“Sebelumnya sudah diterapkan program langit biru, tapi kemudian set back kebelakang lagi, melaunching BBM yang tidak ramah lingkungan. Jauh menuju ke Euro IV, berarti itu seperti minyak gas tapi injak rem,” kata Hari Kristanto usai Musda VIII Hiswana Migas se-Kalsel di Banjarmasin, Sabtu (24/11).

Hari khawatir kebijakan ini sulit diimplementasikan. Sebab kondisi sosial masyarakat tingkat perekonomiannya belum merata dan stabil, sehingga kebijakan pemerintah diuji. “Konsistensi kebijakan diuji,” kata dia.

Hari berkata penerapan Euro IV bertujuan engurangi pencemaran udara yang disebabkan oleh kendaraan bermotor. Saat ini, terang dia, Indonesia masih menerapkan standar emisi Euro II.

“Jadi selama ini, itu kan sulfurnya 250-300 ppm. Maka, dengan Euro IV, akan di bawah 50 ppm,” tambah Hari.

Penerapan Standar Emisi Euro IV diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O.
Kendaraan bermotor kategori M, yaitu kendaraaan bermotor beroda empat atau lebih, digunakan untuk angkutan orang. Lalu kategori N, merupakan kendaraan bermotor beroda empat atau lebih untuk angkutan barang, dan kategori O adalah kendaraan bermotor penarik untuk gandengan atau tempel.

Selain itu, Hari usul pengecer BBM di pinggir jalan mesti dilindungi karena memenuhi kebutuhan masyarakat.
Adapun Ketua DPC Hiswana Migas Kalsel Syaibani mengatakan, pihaknya berharap kuota BBM untuk Kalsel ditambah. “Kami sudah meminta ke anggota DPR RI Komisi VIII memperjuangkan kuota BBM Kalsel,” ucap Syaibani.

Menurut Syaibani, kuota BBM Kalsel harus ada evaluasi setiap tahun. Apabila tidak ditambah tentu dampaknya tiap tahun pasti terlihat antrean BBM di SPBU. “Kuota BBM Kalsel itu yang tahu hanya Pertamina. Hiswana Migas cuma menyalurkan sesuai kuota yang sudah ditentukan,” katanya.

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Check Also

Kontraktor Tambang Cipta Kridatama Raih Kontrak Baru Dengan Borneo Indobara

JAKARTA, 25 Oktober 2021 — Kontraktor jasa pertambangan PT Cipta Kridatama (CK) yang merup…