Home Berita Surya Paloh Khawatir Pemilu 2019 Bakal Rusuh

Surya Paloh Khawatir Pemilu 2019 Bakal Rusuh

3 min read
0
0
11

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, mengaku was-was atas pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019 dalam waktu bersamaan. Menurut dia, pencoblosan pileg dan pilpres bersamaan yang memang baru pertama kalinya di Indonesia.

Ia berkata ada lima kertas suara yang nantinya harus dicoblos oleh pemilik hak suara. “Kami terus terang masih was-was, karena hampir sebagian besar masyarakat belum memahami soal ini. Untuk itu kami perlu memberi kritik terhadap KPU maupun Bawaslu harus lebih aktif lagi sosialisasi soal Pemilu 2019,” kata Surya Paloh usai membuka pembekalan caleg NasDem di Banjarmasin, Minggu (4/11).

Surya melihat KPU dan Bawaslu masih disibukan mengurusi hal tak terlalu substansial, misalnya mengurus acungan satu jari Menteri Luhut Binsar Panjaitan dan Sri Mulyani ketika ada forum IMF –Bank Dunia di Bali.

Ia meminta Bawaslu tidak sibuk mengurusi aturan permainan kampanye, seperti baleho, bendera, orang mengangkat tangan satu jari dikatakan melanggar kampanye, dan lainyya. “Hal ini seperti ini bukan hal yang prime (krusial),” ucap Surya.

Sebagian besar masyarakat Indonesia, kata Surya, belum banyak tahu mekanisme dan aturan kampanye Pemilu 2019. Mekanisme ini seperti bagaimana tata cara mencoblos dengan lima kertas suara yang berbeda-beda untuk memilih presiden, anggota DPR, anggota DPRD, dan DPD.

Surya menuturkan hal demikian sangat penting. Sementara KPU belum maksimal mensosialisasikan. “Jangan menyibukkan diri dengan hal yang teknis aturan,” katanya.

Menurut dia, keterbatasan waktu sosialisasi mengancam kondusivitas Pemilu 2019. Jika masyarakat kurang mendapat informasi Pemilu 2019, Surya khawatir berpotensi menimbulkan kerusahan. Ia berharap KPU dan Bawaslu memperhatikan hal ini.

Surya berkata demikian andaikan sosialisasi kepada masyarakat minim dilakukan. “Ini peringatan yang harus kami lakukan agar pelaksanaan pemilu 2019 berjalan lancar dan damai,” ucap dia.

Saat ini, kata Surya, dari 500 ribu kotak suara pemilu nanti membengkak menjadi 850 ribu lebih. Belum lagi jumlah saksi yang akan dihadirkan oleh para partai politik peserta pemilu tentu bukan hal yang dianggap ringan. “KPU, Bawaslu bersama parpol sejatinya harus mensukseskannya,” katanya.

rel/banjar.hits

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Polsek Mantewe Himbau Warga Desa Sukadama Disiplin Protokol Kesehatan

Dalam upaya mendukung kebijakan pemerintah di Era New Normal dan adaptasi kebiasaan baru B…