Home Berita Kota Seribu Sungai yang Krisis Air Bersih

Kota Seribu Sungai yang Krisis Air Bersih

3 min read
0
0
15

Sebutan Banjarmasin kota seribu sungai tampaknya sudah tak relevan lagi. Pasalnya, kota ini juga selalu kekurangan air bersih. Padahal lewat kecanggihan tehnologi, segala sesuatu bisa dilakukan. Kondisi ini jadi pekerjaan rumah yang wajib dilakukan PDAM, menjadikan air baku sungai yang dimiliki menjadi air bersih.

Distribusi air bersih di Kota Banjarmasin selama sepekan terakhir mengalami gangguan. Mulai dari berkurangnya suplai air bersih sampai macet total. Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, mengakui ada penurunan distribusi air bersih karena adanya intrusi (perembesan) air laut pada pipa intake Sungai Bilu milik PDAM Bandarmasih.

“Di beberapa daerah mulai berkurang suplai air bersih ini, saya akui ada siklus tiga tahunan. Seperti 2015 kemarin, air benar-benar membeku di pipa intake, sehingga pipa intake seperti di Sungai Bilu dihentikan total,” ujar Ibnu kepada awak media, Rabu (3/10).

Ibnu Sina mengimbau warga Kota Banjarmasin lebih bijak memakai air bersih, tidak berlebihan. Ia pun menyarankan warga menyiapkan cadangan air bersih secukupnya. Fenomena ini jelas ironi di tengah ribuan anak-anak sungai yang membelah Kota Banjarmasin.

Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Yudha Achmadi, menuturkan kadar garam air baku terpantau di atas ambang batas sejak 30 September lalu. Saat itu, kadar garam air di atas angka 250 mg/liter. Padahal air baku ini akan diolah untuk menjadi air bersih.

“Hari ini kami melihat angka kadar garam yang masuk ke instalasi pengolah air adalah 1.750 mg/liter, jadi ini sudah di atas ambang batas. Untuk intake Sungai Bilu sudah lima hari ini tidak bisa produksi air bersih,” ucap Yudha.

Sudah lima hari ini tidak bisa produksi air bersih.

 
PDAM, menurut Yudha, tetap memproduksi air bersih tapi mengandalkan satu pipa intake dari Sungai Tabuk. Maklum, kadar garam air baku asal Sungai Tabuk masih dalam tahap aman.Perusahaan daerah itu berusaha maksimal memenuhi kebutuhan air bersih ke pelanggan lewat satu sumber intake Sungai Tabuk.

“Kami memohon maaf jika yang asalnya 1.800 liter per harinya, berkurang menjadi 1.600, kemungkinan berkisar di angka itu,” ujar Yudha.

rel/hms

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Polsek Banjarbaru Barat Rutin Ingatkan Personel Patuhi Prokes

Polsek Banjarbaru Barat yang merupakan jajaran Polres Banjarbaru Kanit Provost Polsek Bara…