Home Berita Diduga Bantu Sebar Hoaks, Fadli Zon dan Rachel Maryam Bakal Diperiksa Mabes Polri

Diduga Bantu Sebar Hoaks, Fadli Zon dan Rachel Maryam Bakal Diperiksa Mabes Polri

7 min read
0
0
15

Polisi tidak menemukan bukti adanya pengeroyokan terhadap Ratna Sarumpaet (69). Ratna juga membantahnya. Penegak hukum pun bakal memeriksa pihak-pihak yang menyebarkan informasi soal dugaan penganiayaan terhadap seniman dan aktivis itu.

Selama ini beredar kabar wajah Ratna yang lebam karena dianiaya di suatu wilayah di Jawa Barat pada 21 September 2018. Namun, menurut Jajaran Polda Jawa Barat, tidak ada tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan terhadap aktivis sosial Ratna Sarumpaet di wilayahnya.

“Tidak ditemukan bukti-bukti kejadian 170 jo 351 (penganiayaan secara bersama-sama) dengan korban RS (Ratna Sarumpaet) di Jawa Barat,” ujar Direktur Reskrimum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana saat dikonfirmasi Liputan6.com, Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Menurut penelusuran polisi, dari total 26 rumah sakit di Bandung dan delapan di Cimahi, tak ada pasien bernama Ratna Sarumpaet pernah dirawat di sana.

Umar memastikan, pihaknya tidak menemukan jejak keberadaan Ratna Sarumpaet di Bandung pada rentang waktu 20-24 September 2018. Namanya juga tidak terdaftar dalam manifestasi penerbangan di Bandara Husein Sastranegara. Kemudian CCTV di sepanjang bandara juga tidak terlihat rekaman Ratna.

Konon, Ratna kala itu baru pulang bersama rekannya dari Sri Lanka dan Malaysia setelah mengikuti konferensi internasional. Tapi polisi tak menemukan jejak Ratna di Jawa Barat

“Kemudian tanggal 20-24 (September) tidak ada kegiatan internasional yang melibatkan orang asing di Bandung,” ucap Umar.

Di pihak lain, Polda Metro Jaya justru menemukan bukti jika Ratna pada rentang tanggal itu berada di Jakarta, bukan di Bandung.

Dalam konferensi pers, Rabu (3/10/2018) di Polda Metro Jaya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Nico Afinta menjelaskan, pada tanggal 20 September Ratna mendaftar di RS Bedah Bina Setetika, Menteng, Jakarta Pusat. Hal ini diperoleh setelah polisi bertemu dengan pihak rumah sakit.

Dari rumah sakit, polisi sudah mendapatkan keterangan berupa rekaman CCTV, bukti pendaftaran dan pembayaran. “Tim telah mendapat informasi bahwa Ratna Sarumpaet pada tanggal 21 September sore sekitar pukul 5 sore beliau berada di Rumah Sakit Bina Estetika,” kata Nico seperti dinukil dari IDNTimes.com.

“Ibu Ratna Sarumpaet itu masuk pada tanggal 21 September pukul 17.00 dan tinggal di rumah sakit sampai tanggal 24 September,” kata Nico.

Sementara dari pengecekan rekening Ratna dan anaknya ada tiga kali dana keluar yang didebet di Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika masing-masing sebesar Rp25 juta pada tanggal 20 September 2018, Rp25 juta pada tanggal 21 September, dan Rp40 juta pada tanggal 24 September 2018.

Ratna, kepada detikcom menyatakan tak mengalami pengeroyokan seperti yang disebarkan. Dalam wawancara via telepon, Ratna menyatakan kabar penggeroyokan itu tak benar. Dia menyatakan dalam kondisi sehat-sehat saja.

Dalam konferensi pers, Rabu (3/10/2018), Ratna menjelaskan, benar ia operasi plastik sedot lemak di RS Bina Estetika. Bahwa pengakuannya soal pengeroyokan itu hanya kebohongan yang ia buat untuk menghadapi pertanyaan keluarga soal mukanya yang lebam.

“Saya jawab dipukul orang,” ujarnya.

Kebohongan yang sama ia gulirkan pada orang-orang yang menjenguknya. Dia tak mampu mengatasi kebohongan ini kecuali mengaku. Ratna memohon maaf kepada mereka yang terdampak atas kebohongan buatannya

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Nico Afinta mengatakan polisi bakal memeriksa pihak-pihak yang ikut menyebarkan informasi soal dugaan penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet.

“Siapa saja saksi ini yang memberikan info terkait keadaan ibu Ratna akan kami periksa. Bisa keluarga atau siapapun yang menyampaikan,” Nico di Polda Metro Jaya, Rabu (3/10/2018) seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Setidaknya dua politisi DPR menyebarkan soal hoaks pengeroyokan ini, Fadli Zon dan Rachel Maryam.

Innalillahi bunda @RatnaSpaet semalam dipukuli sekelompok orang. Saat ini keadaan babak belur. Hei kalian beraninya sama ibu2! Apa kalian gak punya ibu? Lahir dari apa kalian? pic.twitter.com/G40GoVh6qZ— rachel maryam (@cumarachel) October 2, 2018

Nico memaparkan sampai saat ini polisi masih mencoba memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti terkait kebenaran informasi penganiayaan yang dialami oleh Ratna.

Setidaknya Fadli Zon dan Koordinator Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak dilaporkan ke polisi karena menyebarkan hoaks.

“Bu Ratna sendiri masih menjadi saksi,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018).

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Polsek Banjarbaru Barat Lakukan Operasi Yustisi

Polsek Banjarbaru Barat merupakan jajaran Polres Banjarbaru, dalam rangka menghadapi aksi …