Home Berita Ditpolair Polda Kalsel Telisik Mau Dijual Kemana Solar Ilegal 22,94 Ton

Ditpolair Polda Kalsel Telisik Mau Dijual Kemana Solar Ilegal 22,94 Ton

4 min read
0
0
22

Direktur Polair Polda Kalimantan Selata Kombes Gatot Wahyudi mengatakan ada dugaan solar ilegal 22,94 ton atau setara 22.940 liter bisa jadi akan dijual ke perusahaan tambang, sawit serta masyarakat umum. Pihaknya terus meningkatkan patrol pengamanan wilayah perairan di wilayah hukum Kalsel.

Menurut dia, patroli rutin dengan intensitas luas demi menangkal tindak kejahatan di perairan rutin dilakukan. Direktorat Satpolair Polda Kalimantan Selatan menggagalkan tindak kejahatan pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) solar ilegal sebanyak 22,94 ton atau setara 22.940 liter.

“Minyak solar illegal ini boleh jadi akan dijual ke perusahaan atau untuk masyarakat umum, hal itu bisa saja dilakukan. Kondisi ini masih akan kami selidiki dan kami kembangkan dengan mengorek keterangan para tersangka yang sudah diamankan,” kata Kombes Gatot Wahyudi di sela presrilis, Selasa (2/10).

Polisi menyita solar ilegal itu di tiga lokasi, yakni Sungai Barito, Kabupaten Batola; perairan Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar; dan perairan Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut. Gatot mengimbau masyarakat yang tahu aksi jual beli BBM ilegal segera melapor ke kantor polisi.

“Kami berharap masyarakat juga proaktif melaporkan jika ditemukan kejanggalan di perairan sungai di Kalsel. Sebab kejahatan di wilayah sungai harus ditangani,” katanya.

Ijai, seorang warga Kelurahan Alalak, Banjarmasin, mengaku senang pelaku solar illegal tanpa surat resmi diciduk oleh aparat keamanan. Sebab, ia melihat ulah pelangsir solar ilegal jelas merugikan.

“Biasanya solar ilegal itu dijual ke kapal tongkang dengan harga lebih murah, kondisi ini ada tindakan saling menguntungkan. Sehingga menjadikan pengiriman solar illegal makin marak, karena ada permintaan,” kata Ijai.

Menurut Ijai, mata rantai solar ilegal di perairan Sungai Barito memang cukup rumit dan pelik yang sudah berlangsung cukup lama. Ia mengakui pelaku solar ilegal perairan selalu kucing-kucingan dengan petugas. “Ini persoalan yang harus disikapi bersama,” katanya.

Kepala Polda Kalsel Inspektur Jenderal, Yazid Fanani, menuturkan penangkapan pertama pada Rabu (19/9) pukul 9.00 WITA di perairan Sungai Barito, tepatnya di depan Muara Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala.

Petugas berhasil mengamankan Kapal SPOB Bumi Angkasa 01 yang mengangkut solar 16,85 ton atau 16.850 liter tanpa izin usaha dan tanpa izin berlayar dari Kesyahbandaran Banjarmasin.Setelah itu, polisi menyita Kapal SPOB Kausar pada Kamis (20/9) di Muara Sei Pondok, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar, yang mengangkut solar 1,9 ton atau 1.900 liter.

Kapal ini juga berlayar tanpa dilengkapi dokumen dan tanpa surat izin usaha. “Kejadian ketiga, hari Kamis (24/9) pukul 02.00 WITA terjadi di Muara Sungai Kintap, Kabupaten Tanah Laut dimankan Kapal KMN Mega Anugerah 05 mengangkut solar ilegal tanpa izin usaha sebanyak 5 ton atau 5 ribu liter,” ujar Yazid.

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Polsek Pelaihari Lakukan Dialogis dengan Warga Beri Pesan Kamtibmas

Polda Kalsel, tugas utama anggota Polri adalah pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyar…