Home Berita Ditpolair Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 22,94 Ton Solar Ilegal

Ditpolair Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 22,94 Ton Solar Ilegal

3 min read
0
0
12

Direktorat Satpolair Polda Kalimantan Selatan menggagalkan tindak kejahatan pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) solar ilegal sebanyak 22,94 ton atau setara 22.940 liter.

Polisi menyita solar ilegal itu di tiga lokasi: Sungai Barito, Kabupaten Batola; Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar; dan Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut. Kepala Polda Kalsel Inspektur Jenderal, Yazid Fanani, menuturkan penangkapan pertama pada Rabu (19/9) pukul 9.00 WITA di perairan Sungai Barito, tepatnya di depan Muara Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala.

Petugas berhasil mengamankan Kapal SPOB Bumi Angkasa 01 yang mengangkut solar 16,85 ton atau 16.850 liter tanpa izin usaha dan tanpa izin berlayar dari Kesyahbandaran Banjarmasin.

Setelah itu, polisi menyita Kapal SPOB Kausar pada Kamis (20/9) di Muara Sei Pondok, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar, yang mengangkut solar 1,9 ton atau 1.900 liter. Kapal ini juga berlayar tanpa dilengkapi dokumen dan tanpa surat izin usaha.

“Kejadian ketiga, hari Kamis (24/9) pukul 02.00 WITA terjadi di Muara Sungai Kintap, Kabupaten Tanah Laut dimankan Kapal KMN Mega Anugerah 05 mengangkut solar ilegal tanpa izin usaha sebanyak 5 ton atau 5 ribu liter,” ujar Irjen Yazid Fanani ketika rilis perkara, Selasa (2/10).

Dari tiga kejadian kapal pengangkut solar ilegal ini, Polda Kalsel menangkap para tersangka yakni, Robby Ifrono (46) pelaut warga Jalan A Yani Gang IV Desa Selat Hilir Kabupaten Kapuas; Amin (45) pelaut warga Jalan Desa Langkang Baru RT 2, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru; dan Wahyudi (33), Kepala Cabang PT Cahaya Berkah Abadi, warga Jalan PM Noor Gang Sejahtera No 3, Pelambuan Kota Banjarmasin. Tersangka lainnya, Samsul (34), berprofesi nelayan warga Jalan Seberang Bugis RT 05, Muara Kintap Kabupaten Tanah Laut.

Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 53 UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang migas atau Pasal 322 Jo Pasal 226 UU RI Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran. Selain itu, pelaku dijerat pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas dan pasal 322 UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

“Pengangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Pengangkutan dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan denda paling tinggi Rp 40.000.000.000,” demikian kutipan pasal 55 huruf B UU Migas.

rel/bjrhits

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Komunitas Otomotif Dicekoki Nilai Kebangsaan di Kodim 1007/Banjarmasin

BANJARMASIN – Kodim 1007/Banjarmasin menggelar acara Pembinaan Komunikasi Sosial (Ko…