Home Berita Perludem: Beri Label Koruptor di Kertas Suara

Perludem: Beri Label Koruptor di Kertas Suara

3 min read
0
0
203

PENELITI Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini mengatakan, putusan MA yang membolehkan mantan koruptor untuk maju sebagai caleg adalah hal yang patut disayangkan. Namun, sebagai negara hukum, sudah seharusnya putusan MA dihormati dan diterima dengan bijaksana.

“Kami merasa terkejut dan sekaligus kecewa karena kami sebelumnya punya harapan yang kuat jika MA akan menunjukkan progresifitasnya dalam pengujian PKPU itu,” ujar Titi, di gedung KPU, Jakarta, Sabtu (15/9).

Titi mengatakan, karena putusan MA sudah membolehkan, KPU dan semua pihak yang terlibat dalam proses pemilu harus bekerja keras lagi. Mereka harus segera mengedukasi dan komunikasikan pada masyarakat tentang siapa saja caleg mantan koruptor di pemilu 2019.

“Tantangan kita yang sangat besar ke depan, terutama dari hal nama caleg yang mantan napi korupsi kalau sampai betul-betul parpol ngotot mencalonkan mereka,” ujar Titi.

Ia mengatakan, KPU harus ikuti saran presiden untuk memberi tanda pada mantan napi korupsi. Dengan demikian, pemilih tidak sampai salah pilih karena mereka tidak tahu. Tanda itu mulai bisa dipikirkan dengan membuka riwayat hidup, rekam jejak korupsi, hingga memberi pengumuman di Tempat Pemungutan Suaa (TPS) jika ada caleg yang merupakan mantan napi korupsi.

Ia menyarankan agar caleg manan koruptor diberi tanda. Paling baik dilakukan disurat suara.

“Jadi diumumkan di TPS dan ditandai di surat suara. jadi di belakang namanya dibuat bahwa dia mantan napi korupsi,” ujar Titi.

Ia mengatakan, semua elit politik harus menyampaikan urgensi ini sehingga pemilih bisa tahu. Masyarakat berhak tahu agar tidak salah pilih calegnya.

Sementara itu, Komisioner KPU, Viryan Aziz mengatakan, masukan tersebut sangat mungkin untuk dilakukan. KPU juga akan terus berupaya memberi informasi pada masyarakat agar mereka tidak salah pilih.

“Ya salah satu opsinya itu. Kami akan mencari insturmen yang bisa memastikan publik mengetahui keberadaan caleg tersebut ke masyarakat,” ujar Viryan.

mediaindonesia

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Check Also

Indonesia Resmi Memegang Presidensi G20 2022 Inisiatif Konkret Dalam Mendorong Kesetaraan Gender di Dunia Kerja dan Dunia Usaha

Jakarta, 3 Desember 2021. Serah terima Presidensi G20 dari Italia kepada Indonesia dilakuk…