Home Berita Waka Polda Kalsel Sesalkan Perusakan Properti DPRD Kalsel oleh Oknum Mahasiswa UIN Antasari

Waka Polda Kalsel Sesalkan Perusakan Properti DPRD Kalsel oleh Oknum Mahasiswa UIN Antasari

3 min read
0
0
3,543


Waka Polda Kalsel Brigjen Pol. Muhammad Nasri mengatakan, polisi memang tidak boleh melarang warga negara menyampaikan aspirasi. Tapi, kata dia, polisi mesti berkordinasi dengan massa dan menata jalannya aksi agar sesuai prosedur.

“Karena dalam aksi bukan hanya massa, tetapi ada pihak lain seperti pengguna jalan,” ucap Nasri di Mapolda Kalsel, Sabtu (15/9/2019).

Kata Nasri,  pihaknya mengintruksikan polisi terus menyelidiki kasus ini karena ada pihak yang melaporkan secara resmi. Ia menyesalkan atas sikap massa yang merusak properti Dewan.

Sementara Kapolresta Banjarmasin, Sumarto mengatakan semua harus taat asas dan aturan ketika menyampaikan aspirasi di depan umum sesuai Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998 karena ada hak dan kewajiban. Salah satunya, menghormati aturan, norma dan hukum pidana.

Menurut dia, demonstrasi perlu pemberitahuan berdasarkan pasal 10 beleid itu. Pemberitahuan ini dalam tempo 3×24 jam sebelum tenggat demontrasi yang ditentukan. Menurut Sumarto, pemberitahuan ini penting agar aparat kepolisian bisa berkoordinasi dengan massa dalam rangka pengamanan.

“Tidak mutlak bebas sebebas-bebasnya, ada hak dan kewajiban masyarakat yang akan menyampaikan pendapatnya dimuka umum,” ujarnya.

Ada beberapa pertanyaan yang dilemparkan oleh perwakilan mahasiswa tersebut diantaranya yaitu terkait pengamanan aksi oleh pihak aparat yang dinilai arogan, Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan dan aparat yang menggunakan K9 (Anjing Pelacak).

Lima perwakilan mahasiswa UIN Antasari menemui tujuh orang rekannya di Rumah Tahanan Mapolresta Banjarmasin pada Sabtu (15/9/2018), selepas pertemuan dengan Wakapolda Kalsel Brigjen Muhammad Nasri dan Kapolresta Banjarmasin Kombes Sumarto. Suasana tangis haru seketika pecah di sela pertemuan itu.

Perwakilan mahasiswa itu mesti bernegosiasi lebih dulu dengan polisi sebelum menemui koleganya yang dituduh provokator perusakan properti gedung DPRD Kalsel. Polisi cuma memberikan waktu lima menit untuk bersua tujuh terduga provokator demo. Beres membesuk, lima orang mahasiswa UIN Antasari meninggalkan tujuh koleganya.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Antasari, Nida Mursidah berharap kasus perusakan ketika demonstrasi tidak terulang lagi. Nida meminta polisi menyudahi kasus kisruh bentrok dan perusakan yang berujung penahanan terhadap tujuh mahasiswa. Nida berharap polisi berkenan menangguhkan penahanan ketujuh terduga provokator ini.

“Kami akan rapat bersama pimpinan lainnya, semoga kasus tidak sampai jauh kesana,” jelasnya. Ketujuh mahasiswa yang ditahan tersebut masih berstatus sebagai saksi dan dalam tahap pemeriksaan oleh Polresta Banjarmasin.

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Wakapolda Kalsel Cek Persiapan Pengamanan Pilkada 2020 di Kotabaru

Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono, S.I.K., M.Si. melanjutkan rangkaian K…