Dulu Tinggal di Rumah Beralas Tanah, Ini Kisah Ayah Konglomerat Erick Tohir

oleh -202 views

Nama Erick dan Boy Thohir pasti familiar atau minimal pernah kamu dengar. Tapi kamu tahu siapa itu Mochamad Teddy Thohir? Nah, soal ini sih gak ada yang jamin.

Padahal nih ya, Teddy itu ya ayah dari kakak-beradik miliarder Indonesia tersebut. Dia juga punya satu anak perempuan yaitu Rika Thohir.

Teddy Thohir wafat pada 1 November 2016 lalu. Buat penghormatan, keluarga Thohir membangun sebuah masjid di kawasan Depok yang dinamakan At-Thohir.

Seperti anaknya, pria asal Lampung kelahiran 1935 silam ini adalah seorang pengusaha top. Beliau pun kerap jadi inspirasi oleh banyak pengusaha-pengusaha Tanah Air. Meski begitu masa kecilnya justru jauh dari kemewahan, malahan sebaliknya.

Pengin tahu seperti apa kisah perjalanan Mochamad alias Teddy Thohir membangun kerajaan bisnis? Mari simak ulasannya di bawah ini.

Hidup miskin di masa kecil

Ayah dari Presiden Inter Milan dan Presiden Direktur Adaro Energy ini ternyata lahir di Gunung Sugih, Lampung. Dalam bahasa Jawa, sugih itu artinya kaya.

Pada masa kecil Teddy hidup miskin. Menurut obituari yang dirilis Republika, tempat tinggal Teddy Thohir saat itu cuma rumah bilik yang beralaskan tanah. Sementara ayahnya, Abdul Halik, udah meninggal dunia saat dia masih kecil.

Meski demikian, hal itu gak lantas bikin Teddy kecil jadi minder. Teddy malah punya cita-cita yang tinggi banget.

Setelah lulus SMP, dia merantau ke Solo dengan menggunakan kereta demi melanjutkan studinya di SMEA. Modal sekolahnya di Solo didapat lewat bantuan seorang pedagang di Metro. Di Solo pun dia kerja sambil sekolah, hingga akhirnya bertemu dengan seorang gadis keturunan Tionghoa yang kelak menjadi istrinya, Edna.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Teddy Thohir lantas berkarier di sebuah perusahaan asing yang bergerak di bidang kimia, Union Carbide. Performanya sebagai karyawan cukup baik. Teddy pun dipromosi menjadi salah satu kepala bagian administrasi.

Teddy memutuskan mundur dari perusahaan itu karena tawaran kerja yang jauh lebih baik yang ditawarkan oleh istri dari Theodore Permadi Rachmat. Istri Theodore ini kenal dengan Edna.

Teddy Thohir pun bergabung dengan Astra yang pada saat itu dipimpin oleh William Soeryadjaya.

Bisa dibilang, karier Teddy di Astra dirintis dari nol. Dari staf hingga akhirnya berhasil jadi salah satu direktur dan pemegang saham perusahaan itu. Hebat ya!

Lambat laun, Astra menjadi raksasa otomotif di Tanah Air, dan memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan.

Mendirikan TNT Group

Informasi soal gimana Teddy Thohir mendirikan PT Trinugraha Thohir (TNT Group) emang minim banget di media. Namun pada intinya, putranyalah yang lebih sering tersorot aktif di perusahaan ini.

Yang jelas, perusahaan ini memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang sumber daya alam, properti, otomotif, media, hingga restoran. Beberapa di antaranya adalah PT Adaro Energy, PT Surya Essa Perkasa, PT Wahanaartha Harsaka, Restoran Hanamasa, Pronto, dan Yakun Kaya Toast.

Buat properti, TNT dikabarkan memiliki Taman Laguna, Cibubur Residence, Permata Kranggan, Taman Arcadia Mediterania, Permata Arcadia Cimanggis, dan Hotel Amaris Bogor. Sementara itu di bidang media, ada PT Mahaka Media. Banyak banget ya.

Sempat jadi orang terkaya di Indonesia

Berkat kesuksesannya di dunia bisnis, Teddy Thohir pun sempat merasakan duduk di jajaran orang terkaya di Indonesia.

Setelah mangkat, titel orang terkaya di dunia tetap disandang oleh salah satu anggota keluarga Thohir yaitu Garibaldi. Pada tahun 2017, Garibaldi atau yang akrab disapa Boy menduduki posisi ke 23 sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes.

Seperti itulah kisah perjalanan seorang Teddy Thohir, ayah dari miliarder di Indonesia.

Boy sendiri pernah bilang bahwa sebagai ayah, Teddy udah mendorong anaknya buat jadi entrepreneur lho.Boy sempat meminta bekerja di Astra, tapi ayahnya bilang bahwa kalau pengin kerja di sini ya mulai dari bawah.

Keputusan Teddy Thohir itu yang akhirnya bikin Boy memutuskan jadi pengusaha aja.

rel/hms/mon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.