oleh

Jokowi-Ma’ruf Masih ‘Juara’ di Medsos

-Berita, Politik-114 Dilihat

Setelah merilis data elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden pada pekan lalu, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memecah analisisnya berdasarkan pemilih yang menggunakan media sosial.Dari 1.200 responden, ada 28,5 persen yang menggunakan media sosial yaitu Facebook, Instagram, dan Twitter.

Peneliti LSI Ardian Sopa mengatakan di pengguna medsos ini Jokowi-Ma’ruf Amin unggul melawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.”Di kalangan pengguna medsos, selimut elektabilitas Jokowi-Ma’ruf dengan Prabowo-Sandi lebih tipis. Jokowi-Ma’ruf 48,3 persen sedangkan Prabowo-Sandi 39,5 persen. Selisih 8,8 persen dari dua pasang ini,” kata Ardian di Kantor LSI, Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Rabu (5/9).

Rilis LSI tentang pertarungan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi (NOT COVER)

Menurut Ardian, pengguna Instagram dan Twitter lebih menyukai pasangan Prabowo-Sandi. Sedangkan pengguna Facebook cenderung lebih menyukai pasangan Jokowi-Ma’ruf.Keunggulan Prabowo-Sandi, kata Ardian, dipengaruhi oleh pengguna media sosial yang jauh lebih kritis dibandingkan yang tak menggunakan media sosial. Selain itu, pengguna media sosial juga merasa kurang puas terhadap kinerja Jokowi.”Ketidakpuasan pengguna media sosial terhadap kinerja Jokowi cukup tinggi yakni 29,2 persen,” ucap Ardian.

Selain itu, tagar #2019GantiPresiden lebih banyak disukai oleh pengguna media sosial. Menurutnya, pengguna media sosial lebih menyukai #2019GantiPresiden daripada #JokowiDuaPeriode.”Tagline #2019GantiPresiden lebih banyak disukai daripada yang bukan menggunakan media sosial. Sebanyak 63,2 persen suka dengan tagar itu. Sedangkan 30 persen tidak menyukai,” tutupnya.Penelitian dilakukan LSI kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia dengan melakukan metode wawancara dan kuisioner. Margin of error dari penelitian ini -/+ 2,9 persen.

rel/hms/kpr

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed