69 Production, Ajak Musisi Banua Peduli Lombok dan Palestina

oleh -72 views

Ketua Panitia yang juga Owner 69 Project, Syafrudin H Maming mengatakan, menggelar konser amal untuk Gempa Lombok, sebagai bentuk kepedulian urang banua. Pada  malam pertama, Minggu (26/8) terkumpul dana Rp 48 juta. Malam itu menampilkan Ari Laso, Radja dan Pentonicmatz serta band lokal lainnya.

“Bagi yang mau mendapatkan kaos menarik dijual Rp 75 ribu dan selain itu ada merchandise lain yang dijual di Bazar,” katanya.

Pria yang akrab disapa Cuncung itu menegaskan, dana yang terkumpul seratus persen disumbangkan untuk Palestina dan korban gempa Lombok. 69 Production tidak mengambil keuntungan sepeser pun. 

Lagu berjudul Ankara membuka penampilan Borneo Stars Band di lapangan Kota Citra Graha Banjarbaru, Senin (27/8) malam.

Band yang terdiri dari Arul Power Metal, Gusti Hendy pada drum, Ifan memainkan gitar, Opik pada basis dan Nova memegang keyboard mampu menghibur penonton.

Seusai membawakan lagu Ankara, Arul Power Metal menyapa penonton memperkenalkan para personil Borneo Stars yang merupakan musisi Banua.

Dilanjutkan membawakan lagu kedua berjudul Egosentris dan disambung lagu Perdamaian yang kembali dipopulerkan Gigi.

11 Februari, lagu yang dipopulerkan Gigi membius penonton ikut bernyanyi dan larut dalam suasana. Sang drumer Gusti Hendy membawakan penggalan lagu tersebut.

Langsung disambung lagu Bidadari milik Power Metal tidak kalah membius penonton. Arul yang cukup atraktif mampu mengajak penonton ikut menyanyikan lagu Bidadari.

Lagu daerah berjudul Pambatangan dikemas menarik dimainkan oleh Borneo Stars juga ditampikan. Para personel adu skill dalam membawakan lagu yang hits tersebut.

Suara khas Arul Power Metal apik membawakan lagu The Final Countdown. Penampilan mereka ditutup dengan lagu Timur Tragedi yang dipopulerkan Power Metal.

Penampilan band Don Lecca Armada tidak kalah seru pada Konser Wartawan dan Musisi Banua untuk Palestina dan Gempa Lombok malam itu.

Ketua Panitia yang juga Owner 69 Project, Syafrudin H Maming mengatakan, pada konser malam pertama, Minggu (26/8) terkumpul dana Rp 48 juta. Malam itu menampilkan Ari Laso, Radja dan Pentonicmatz serta band lokal lainnya.

“Bagi yang mau mendapatkan kaos menarik dijual Rp 75 ribu dan selain itu ada merchandise lain yang dijual di Bazar,” katanya.

Pria yang akrab disapa Cuncung itu menegaskan, dana yang terkumpul seratus persen disumbangkan untuk Palestina dan korban gempa Lombok. 69 Production tidak mengambil keuntungan sepeser pun. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.