Potensi Intan Martapura Siap Ditambang PT Pribumi Citra Megah Utama

oleh -206 views

Dibawah manajemen baru PT Pribumi Citra Megah Utama, PT Galuh Cempaka siap melakukan penambangan intan yang masih dimiliki perut bumi wilayah langsung tancap gas untuk kembali beroperasi. Salah satunya dengan mengurus izin lingkungan. Izin ternyata berhasil mereka dapatkan, setelah Dinas Lingkungan Hidup (LH) Banjarbaru menerbitkan pada tahun ini.

Joko Hardiono mengaku sudah menerima SK izin lingkungan tersebut. Dengan begitu, lengkap sudah perizinan yang mereka kantongi. “Sebelumnya, kami juga sudah menerima izin operasional dan RAB dari Kementrian ESDM. Jadi, kami tidak ada halangan lagi untuk beroperasi,” ucapnya.

Dia menyampaikan, saat ini mereka telah mempersiapkan peralatan dan lokasi untuk memulai operasional pada tahun ini. “Lokasi sudah siap, sedangkan untuk peralatannya kami masih menunggu alat x-ray yang berfungsi memilah intan dan pasir. Belum pasti kapan datangnya,” ujarnya.

Tahun ini, perusahaan yang kini mereka berencana menggarap 50 hektare lahan di wilayah Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka. “Sebelum menggarap 50 hektare, kami melakukan percobaan lima hektare dulu,” ujarnya.

Ke depannya penambangan bakal dilaksanakan di dua daerah yang berada di wilayah Kota Banjarbaru dan Tanah Laut. “Total luas seluruhnya 7.440 hektare. Untuk Kota Banjarbaru 4.440 hektare. Meliputi Kelurahan Palam, Kelurahan Guntung Manggis, serta Kelurahan Bangkal. Kalau Tanah Laut, masih proses panjang,” tuturnya.

Apa yang meyakinkan mereka untuk kembali menambang? Meski belum tahu potensi intan yang ada di wilayah PT Galuh Cempaka, Joko yakin masih ada banyak sumber daya di dalamnya. “Daerah sini ‘kan dilintasi sungai purba. Nah, dalam ilmu geologi banyak pasir yang mengendap di cekungan sungai purba. Yang kemudian mengandung intan,” jelasnya.

Mengenai sistem penambangan, dia menyebut kali ini dilakukan dengan cara pemboran tanpa menggali lapisan tanah. Sehingga, lebih ramah lingkungan. “Kita hanya mengambil lapisan pasir dengan cara boring. Setelah itu dibawa ke tempat pengolahan untuk dipilah, mana yang intan dan mana yang tidak,” ungkapnya.

Jika PT Galuh Cempaka beroperasi, apa yang didapatkan daerah dan masyarakat sekitar? Joko menyampaikan, mereka bakal memberikan royalti kepada Pemko Banjarbaru, Pemprov Kalsel dan dua kabupaten terdekat: Kabupaten Banjar dan Tanah Laut. “Royaltinya 10 persen dari penghasilan perusahaan. Jadi, 10 persen akan dibagi; 20 persen untuk pemerintah pusat, 16 persen pemprov, 32 persen Pemko Banjarbaru dan sisanya dibagi dua untuk Banjar dan Tala,” ucapnya.

Sedangkan untuk masyarakat sekitar, dia berjanji PT Galuh Cempaka bakal menyisakan 30 persen tempat untuk tenaga lokal. “Kami sesuai aturan, 30 persen tenaga kerja dari warga sekitar. Sementara sisanya dari luar,” janjinya.

Sementara itu, Kasi Pemantauan, Pengawasan dan Kajian Dampak Lingkungan Dinas LH Banjarbaru Mila mengatakan, izin lingkungan hidup untuk PT Galuh Cempaka telah mereka terbitkan 25 Juli 2018 tadi. Karena, berdasarkan hasil sidang Komisi AMDAL yang diwakili tim teknis, instansi terkait, perwakilan masyarakat dan LSM. “Dalam sidang itu semua setuju diterbitkannya AMDAL dan SK kelayakan lingkungannya,” ungkapnya.

Secara terpisah, Ketua RW 02, Kelurahan Palam Abdul Hadi berharap, dengan kembali beroperasinya PT Galuh Cempaka warga sekitar bisa semakin sejahtera. “Kami minta banyak warga lokal yang dipekerjakan di sana, seperti dulu yang hampir 50 persen,” harapnya.

Bukan hanya itu, dia juga ingin gaji yang diberikan juga sesuai UMP. Untuk menunjang kesejahteraan masyarakat sekitar. “Dulu juga sesuai UMP, perbulannya warga lokal digaji Rp1,5 juta,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.