BPJS Kesehatan Banjarmasin Dukung Program Bantuan Pangan Non Tunai

oleh -70 views

Untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan sembako melalui transaksi non kas, Pemerintah Kota Banjarmasin resmi melaunching Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Awalnya program ini memberikan sembako berupa beras kepada masyarakat, namun sekarang melalui e-Voucher masyarakat dapat berbelanja sembako secara langsung ke Rumah Pangan Kita (RPK), sehingga tidak ada lagi oknum yang dapat menyelewengkan hak-hak masyarakat miskin,” kata Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina usai launching Warung elektronik di Jalan Imam Bonjol Banjarmasin, Senin (27/8).

Acara launching juga dihadiri Direktur Penanganan Fakir Miskin Perkotaan Mumu Suherlan didampingi Inspektur Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI Hasbullah di Banjarmasin, Deputi Kepala Perwakilan BI Muhammad Irwan, Wapimwil BRI Banjarmasin Agung Kresna Wijaya, Kepala BPJS Kesehatan Kota Banjarmasin Muhammad Fakhriza.

Ibnu berharap, program ini akan memajukan perekonomian masyarakat kecil dan memudahkan masyarakat kecil untuk mendapatkan sembako murah, sehingga tidak ada lagi masalah kekurangan pangan di Kota Banjarmasin.

“Sekitar 17.264 kepala keluarga mendapatkan e-Voucher tersebut dengan saldo senilai Rp 110.000 untuk ditukarkan menjadi sembako murah,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Ersya Zain Hafizie, mengatakan warga penerima manfaat bisa memakai BPNT untuk ditukarkan beras dan telur. Menurut dia, tempat penukarannya di E Warung yang sudah ditunjuk di setiap kecamatan.
“Sebelum nanti benar-benar dibagikan kepada sasaran, kami terlebih dulu melakukan pendataan,” kata Ersya Zain Hafizie.

Ersya memastikan penerima BPNT tepat sasaran sehingga warga masyarakat miskin menerima manfaatnya. Ia menuturkan penyaluran bantuan sosial ini lewat kartu ATM atau kartu Merah Putih ke penerima BPNT itu. Kota Banjarmasin termasuk 7 kota se-Indonesia yang mendapat BPNT. Di Kota Banjarmasin, ada 17.264 warga miskin penerima manfaat yang terbagi pada 5 kecamatan dan 52 Kelurahan.

Menurut Ersya, sebaran terbanyak penerima bantuan ini di Kecamatan Banjarmasin Tengah dan Banjarmasin Selatan. “Agar pembagian benar akurat kami melakukan verifikasi, validasi dan sosialisasi, agar tidak terjadi kesalahan dalam penyerahan dan pemanfaatan kartu BPNT itu,” ujar Ersya.

Ersya melanjutkan, BPNT diberikan kepada warga miskin masing-masing senilai Rp110.000 tiap bulan selama enam bulan. Kartu ATM Merah Putih tersebut dapat digunakan untuk pembelian beras dan telur. Bantuan hanya dapat digunakan di counter, kios atau E-Warung yang menjadi mitra binaan Bank BRI.

“Diharapkan para penerima Kartu BPNT tersebut agar bisa menggunakannya secara bijak. Nomer pin jangan sampai lupa, karena untuk akses masuk dalam pencairan nantinya,” katanya.

Sementara Kepala BPJS Kesehatan Kota Banjarmasin Muhammad Fakhriza menyambut baik program ini, yang sudah diserahkan secara simbolis bagi penerima kartu KIS yang telah dibayarkan melalui program Basnas, Basnas kantor pusat sebanyak 500 penduduk Kota Banjarmasin yang telah didaftarkan oleh Basnas kantor pusat.

“Dengan adanya program ini diharapankan kepada perusahaan-perusahaan dan instansi-instansi lainnya bisa berupaya seperti yang sudah dilakukan. Basnas kantor pusat saja bisa mendaftarkan 500 penduduk yang belum memiliki jaminan yang khususnya yang sudah di verifikasi oleh Dinas Sosial. Jadi ini peluang terbuka bagi perusahaan-perusahaan untuk mendaftarkan karyawannya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.