Home Berita PKK Kalsel dan Dinkes Kalsel Dorong Pemberian ASI Eksklusif dan Germas di Kalsel.

PKK Kalsel dan Dinkes Kalsel Dorong Pemberian ASI Eksklusif dan Germas di Kalsel.

5 min read
0
0
12

Germas di Kalsel perlu dukungan seluruh lintas sektor di Provinsi Kalsel dan yang paling penting adalah komitmen seluruh lintas sektor agar mau bersama-sama mensukseskan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Kalsel. Harapan itu disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel Hj. Raudatul Jannah Sahbirin, SKM pada kata sambutan Pekan ASI se Dunia, di Menara Pandang Siring Tendean Banjarmasin, Minggu (5/8).

Pemberian asi eksklusif selama 6 bulan pertama, cukup untuk mencapai tumbuh kembang anak yang optimal. Oleh karena itu, perjuangan seorang ibu memberikan asi memerlukan dukungan tidak hanya oleh suami, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitarnya karena akan menentukan keberhasilan anak pada perkembangan berikutnya.

“Oleh sebab itu, saya harap pekan ASI dunia yang kita laksanakan hari ini, tidak hanya sebagai bentuk seremonial saja, tetapi mampu memotivasi masyarakat menyadari pentingnya asi bagi putera puteri kita,” katanya.

Menurut Hj Raudatul, patut mendukung terciptanya lingkungan dan masyarakat yang ramah menyusui ( breastfeeding-friendly ) agar ibu menyusui merasa nyaman sehingga dapat memaksimalkan kuantitas dan kualitas asi-nya.
“Saya berharap kedepannya terus dilaksanakan kegiatan sosialisasi, konseling, edukasi melalui berbagai media, serta kerjasama dengan berbagai fasilitas kesehatan terus ditingkatkan,” katanya.

Hj Raudatul mengatakan, kami sampaikan apresiasi atas program-program yang dilaksanakan oleh asosiasi ibu menyusui indonesia ( aimi ) kalimantan selatan, yang memberikan perhatian dan dedikasi yang begitu besar terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak indonesia.

“Tidak lupa, kami juga mengucapkan terima kasih kepada perkumpulan perinatologi indonesia ( perinasia ) dan ikatan dokter anak indonesia ( idai ) kalimantan selatan yang juga senantiasa konsisten meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kalsel HM Muslim mengatakan, acara Workshop Gerakan Masyarakat Hidup Sehat sebagai upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

“Saat ini, masyarakat kita tengah mengalami perubahan pola penyakit yang sering disebut transisi epidemiologi yang ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular seperti stroke, jantung koroner, diabetes mellitus dan lain-lain,” katanya.

Kata Muslim, diperlukan upaya pendekatan promotif dan preventif yang sangat efektif untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan. Karena pada dasarnya, pencegahan penyakit menular maupun tidak menular sangat tergantung pada perilaku individu.

“Yang didukung dengan kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana, peningkatan pelayanan kesehatan, menciptakan sumber daya kesehatan yang berkualitas serta dukungan regulasi. Salah satunya lewat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat secara optimal dan proporsional dengan dukungan komitmen yang kuat, kepedulian yang besar dan semangat yang tinggi dari semua pihak,” katanya.

Germas adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup, yang mensinergikan tindakan dari upaya promotif dan preventif guna meningkatkan produktivitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit.

Gerakan ini perlu digaungkan kembali sebagai salah satu perwujudan dari revolusi mental yang dicanangkan oleh Bapak Presiden, oleh karenanya kegiatan pada hari ini menurut saya sangat penting dan strategis, sebagai momentum untuk bersama-sama menyatukan tekad dalam suatu kebersamaan, mensinergikan pelaksanaan.

Kegiatan pekan ASI se dunia juga diisi aneka kegiatan seminar tentang ASI yang menghadirkan senam hamil, sosialis ASI gendongan, pemberian biscuit secara simbolis dari Ketua Tim PKK Kalsel kepada 1 ibu hamil, sosialisasi oleh pakar ASI, penandatanganan komitmen mendukung pemberian ASI dan menyusui.

Rel/HMS

Load More Related Articles
Load More By admin
Load More In Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Polsek Berangas Polres Batola lakukan Pengiriman Pasien Positif Covid-19 dikarantina di Asrama Haji Banjarbaru

Polres Batola Berangas, melakukan kegiatan pengiriman pasien Konfirmasi Positif Covid-19 u…